Simpang Siur Besarnya Suntikan Dana Google dan Temasek ke Tokopedia

ilustrasi/Tokopedia
Ilustrasi logo Tokopedia
27/10/2020, 10.19 WIB

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google dan perusahaan investasi berbasis di Singapura, Temasek Holdings dikabarkan menyuntikkan modal di unicorn e-commerceTokopedia. Sumber Bloomberg menyebutkan nilainya US$ 350 juta (Rp 5,1 triliun), sementara DealStreetAsia US$ 800 juta (Rp 11,7 triliun).

Pada Juli lalu, Bloomberg melaporkan bahwa target awal pendanaan sekitar US$ 500 juta hingga US$ 1 miliar. Namun, “Google dan Temasek Holdings sepakat untuk menginvestasikan sekitar US$ 350 juta,” demikian kata sumber yang enggan disebutkan namanya, dikutip dari StraitsTimes, Senin (26/10).

Meski begitu, Tokopedia kemungkinan masih mencari lebih banyak investor.

Sumber Bloomberg juga mengatakan, Google dan Temasek dapat menandatangani perjanjian pendanaan itu sesegera mungkin. “Suntikan dana itu untuk membiayai ekspansi Tokopedia pasca-Covid-19,” demikian dikutip.

Sedangkan sumber DealStreetAsia mengatakan, Temasek menyuntik modal Tokopedia US$ 500 juta atau Rp 7,3 triliun. Sedangkan Google dan lainnya US$ 300 juta atau Rp 4,4 triliun.

Namun, sumber Tech In Asia mengatakan bahwa nilai investasinya bukan US$ 800 juta. “Benar-benar salah,” demikian dikutip, akhir pekan lalu (23/10). Akan tetapi, ia tidak memerinci besarannya.

Kendati besaran dananya berbeda-beda menurut sumber, Tokopedia digadang-gadang bakal menjadi decacorn atau startup dengan valuasi US$ 10 miliar, menyusul Gojek. Valuasinya sebelum memperoleh pendanaan tersebut dikabarkan US$ 7,5 miliar.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan