Dua bulan berdiri, aplikasi uang elektronik DANA berencana memperluas jaringan dengan menggandeng mitra offline atau pedagang konvensional. Rencananya, metode pembayaran ke mitra offline ini bakal menggunakan teknologi Quick Response Code (QR Code).

"Belanja offline-nya akan pakai QR Code. Tunggu saja di tahun ini," kata Marketing Director DANA Timothius Martin kepada Katadata di sela acara buka puasa bersama di kantornya, Jakarta, Rabu (23/5).

Saat ini, DANA masih hadir dalam versi beta di aplikasi Blackberry Messenger (BBM), Ramayana, Bukalapak, dan TixId. Oleh karenanya, DANA hanya bisa digunakan di mitra-mitra yang memiliki toko online. Dengan merambah mitra offline, DANA akan bersaing dengan aplikasi serupa seperti Go-Pay, TCash, OVO, dan lainnya.

(Baca juga: Pembiayaan Fintech Diproyeksi Capai Rp 6 Triliun Tahun Ini)

Selain mitra offline di bidang fesyen, makanan dan minuman, ataupun kebutuhan sehari-hari (groceries), DANA juga berencana mengincar sektor lain. "Ada rencana masuk ke sana (transportasi)," kata CEO DANA Vincen Iswara.

Selain itu, ia juga masih mengurus perizinan menggunakan QR Code ke Bank Indonesia (BI). Menurutnya, langkah BI yang akan merilis standardisasi QR Code akan membuat perizinan menjadi lebih mudah. "Itu juga bagus bagi kami," kata dia.

Tahun ini, aplikasi besutan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) dan Ant Financial (Alipay) ini menargetkan bisa menggaet 40 mitra. Platform ini juga membedakan diri dengan yang lain, karena mengusung sistem yang terintegrasi dengan aplikasi lain atau open platform.

Alhasil, pengguna DANA bisa mengisi ulang saldo melalui aplikasi-aplikasi yang menjadi mitra seperti Bukalapak, TixID, ataupun BBM. Saldo yang ada di dalamnya pun bisa digunakan untuk bertransaksi di seluruh mitra yang tergabung. Dengan begitu, pengguna tak perlu mengunduh banyak aplikasi. 

(Baca juga: Asosiasi Fintech Susun Kode Etik soal Transparansi dan Akuntabilitas)

Reporter: Desy Setyowati