6 Perusahaan Besar Tinggalkan Proyek Mata Uang Digital Facebook

ANTARA FOTO/REUTERS/Dado Ruvic
Ilustrasi, logo Facebook yang dicetak 3D berdiri terlihat di depan kode siber yang dipajang dalam sebuah ilustrasi yang diambil fotonya tanggal 22 Maret 2016. Proyek mata uang digital Facebook, Libra ditinggal enam perusahaan besar, mulai dari Visa hingga PayPal.
14/10/2019, 10.38 WIB

Lalu, perusahaan keuangan, Mercado Pago juga menyatakan mundur. Perusahaan ini berfokus membantu pedagang menerima pembayaran melalui email atau dengan mencicil. Layanannya bisa membantu Libra menyasar pasar di wilayah terpencil.

Kepala proyek Facebook David Marcus mengingatkan pasar untuk tidak menerka-nerka nasib Libra ke depan melalui akun Twitter-nya. Meski begitu, mantan eksekutif PayPal ini mengakui mundurnya enam perusahaan itu merupakan kabar buruk dalam jangka pendek.

(Baca: Uang Digital Facebook Ditolak karena Alasan Regulasi hingga Keamanan)

Kepala Kebijakan dan Komunikasi Asosiasi Libra Dante Disparte menegaskan bahwa perusahaannya akan terus bergerak maju, memenuhi semua peraturan yang berlaku. “Kami akan fokus untuk terus membangun asosiasi yang kuat dari beberapa perusahaan terkemuka dunia, organisasi yang dampak sosial dan pemangku kepentingan lainnya,” katanya.

Ia menyampaikan, susunan anggota Asosiasi mungkin akan berubah seiring waktu. Namun, ia memastikan bahwa prinsip desain tata kelola, teknologi Libra, dan sifat terbuka dari proyek ini akan tetap tangguh.

Rencananya, Facebook bakal meluncurkan Libra pada Juni 2020. Namun, setelah perusahaan asal AS mengumumkan hal itu, regulator menyatakan penolakan.

Pada bulan lalu, pemerintah Prancis dan Jerman memblokir Libra. Gubernur Bank Sentral AS (Federal Reserve) Jerome Powell juga menyarankan agar proyek itu tidak dihentikan sebelum ada pembahasan soal privasi, pencucian uang, perlindungan konsumen dan masalah stabilitas keuangan secara serius.

(Baca: Facebook Tak Akan Rilis Libra Sampai Penuhi Aturan Otoritas AS )

Halaman:
Reporter: Cindy Mutia Annur