Subsidi Kuota Internet Dibatasi Aksesnya untuk TikTok hingga Tinder

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Siswa belajar secara daring dengan memanfaatkan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Balai RW 02, Galur, Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2020).
Penulis: Desy Setyowati
6/8/2021, 16.23 WIB

Bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) akan disalurkan pada September, Oktober, dan November. Namun kementerian membatasi akses ke beberapa aplikasi seperti Free Fire dan TikTok.

Ada 13 media sosial yang dibatasi aksesnya oleh Kemendikbud saat menggunakan bantuan kuota internet. Aplikasi ini di antaranya Badoo, Bigolive, Facebook, Instagram, Periscope, Pinterest, SnackVideo, Snapchat, Tinder, Tumblr, Twitter, Vive, Vkontakte

“Berbeda dengan YouTube. Banyak orang mencari sumber bahan belajar dari situ, di luar website yang memang khusus pembelajaran," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud Ristek Hasan Chabibie dikutip dari Antara, Jumat (6/8).

Kuota internet dari pemerintah itu juga terbatas aksesnya untuk beberapa game online. Gim yang dimaksud yakni 8 Ball Pool, Candy Crush, Clash of Clans, Clash of Kings, Clash Royale, Crisis Action, Fifa Mobile Football, Garena, Garena AOV, Garena Free Fire, Growtopia, Lineage Revolution, Lords Mobile: Battle of the Empires, Mobile Legends, PUBG, Roblox, dan Steam.

"Pada prinsipnya, substansi dari bantuan pendidikan ini kan untuk membantu proses belajar-mengajar. Secara umum, bisa dilihat anak belajar dari game itu berapa persen?" kata dia.

Bantuan kuota internet itu juga terbatas untuk delapan aplikasi. Platform ini di antaranya Dailymotion, JWPlayer, Likee, Netflix, QQVideo, TikTok, TVUNetworks, dan VIU.

Halaman:
Reporter: Antara