Konferensi Jurnalisme Data Pertama di Indonesia Dibuka Hari Ini

Startup Stock Photos/Pexels
Ilustrasi: Pengembangan jurnalisme data menggunakan teknologi digital.
27/7/2022, 12.17 WIB

Acara ini juga diharapkan bisa mengembangkan praktik pengecekan fakta, penggunaan teknologi realitas tertambah (augmented reality) di ruang redaksi, produksi artikel tiga dimensi yang interaktif, kerja sama investigasi lintas negara, serta pengembangan kurikulum jurnalisme data.

"(DCJ-CI) diharapkan dapat membagikan praktik terbaik dalam jurnalisme data, mengeksplorasi teknologi baru dan yang sedang berkembang, serta kontribusi pada pertukaran ilmu tentang jurnalisme data dari para ahli di beberapa negara, terutama Amerika Serikat,” kata Michael Quinlan, atase pers Kedutaan Besar AS di Jakarta Pusat, yang turut hadir dalam pembukaan acara DCJ-CI.

Ketua AMSI Wahyu Dhyatmika menilai konferensi jurnalisme data ini relevan dengan disrupsi digital yang telah mengubah pola bisnis media, cara wartawan bekerja, sekaligus cara masyarakat mengonsumsi berita.

Hal ini di antaranya terlihat dari hasil survei Reuters Institute, yang menemukan bahwa mayoritas atau 68% responden Indonesia mendapat berita dari media sosial. Adapun media sosial yang paling banyak digunakan sebagai sumber berita di Indonesia adalah WhatsApp.

"Perubahan-perubahan mendasar dalam jurnalisme akibat disrupsi digital ini sangat signifikan dampaknya dan akan mempengaruhi banyak hal dari ekosistem informasi kita," kata Wahyu dalam acara pembukaan DCJ-CI. 

Halaman:
Reporter: Dzulfiqar Fathur Rahman