Perusahaan Migas Australia Investasi Bisnis Hidrogen di Pulau Seram

ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Ilustrasi.
Editor: Yuliawati
23/4/2021, 16.02 WIB

Bisnis industri hidrogen saat ini memang tengah tumbuh di seluruh dunia. Tidak seperti bahan bakar fosil, hidrogen tidak menghasilkan karbondioksida saat dibakar. Oleh sebab itu, energi ini tidak berkontribusi pada pemanasan global.

Bahkan awal pekan ini, pemerintah Australia mengumumkan tambahan US$ 275,5 juta atau sekitar Rp 3,85 triliun untuk mengembangkan empat pusat hidrogen di kawasan regional Australia selama lima tahun.  Komitmen tersebut didasarkan pada janji tahun lalu, terutama untuk investasi sebesar US$ 70,2 juta atau sekitar Rp 982,8 miliar dalam mengembangkan satu hub hidrogen.

World Research Institute (WRI) mencatat, lebih dari setengah emisi gas rumah kaca global disumbang sepuluh negara di dunia. Dari data Climate Watch yang dirilis WRI Indonesia, Tiongkok menjadi kontributor emisi gas rumah kaca terbesar hingga awal 2018. Berikut grafik dalam Databoks:

Halaman:
Reporter: Verda Nano Setiawan