Bencana Sumatra Jadi Alarm, DPRD Desak Prioritas Anggaran untuk Lingkungan

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/bar
Foto udara banjir bandang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Peusangan, Bireuen, Aceh, Selasa (2/12/2025). Bencana Sumatra telah menyebabkan kerugian ekonomi yang masif.
14/1/2026, 16.11 WIB

Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) menilai pemerintah perlu menempatkan pelestarian lingkungan hidup sebagai prioritas, termasuk dalam anggaran. Bencana Sumatra menunjukkan adanya kerusakan lingkungan dari hulu ke hilir. 

 “Kami akan mengusulkan kepada Presiden, supaya lingkungan hidup ini menjadi prioritas,” kata Siswanto dalam sambutannya pada rapat koordinasi terkait sampah di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta, Rabu (14/1).

Dia menyoroti fokus pemerintah pusat pada program-program ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan hilirisasi. Tapi, kurang untuk urusan kelestarian lingkungan. 

“Dari pusat ada anggaran 20 persen belanja negara untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan, dan sekian untuk infrastruktur, sisanya sangat kecil untuk lingkungan,” ujarnya.

Siswanto berharap, ke depan kepentingan lingkungan akan menjadi bahasan prioritas pemerintah pusat dan daerah. Sebab, tanpa harmonisasi alam dan manusia, hasil pembangunan bertahun-tahun pun bisa lenyap dalam sekejap. 

Saat ini, menurut dia, salah satu urusan lingkungan yang jadi fokus daerah adalah pengelolaan sampah. Pihaknya berharap penyelesaian problem sampah bisa mendatangkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dia pun mendukung program pengelolaan sampah untuk bahan bakar pembangkit listrik atau Waste to Energy. “Kami dukung supaya ini harus sampai ke daerah,” kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas