Indonesia Masuk Koalisi Global Pengembangan Pasar Karbon

Standard Chartered
Perwakilan Indonesia menghadiri diskusi bertajuk Advancing Indonesia-UK Collaboration on High Integrity Carbon Markets di kantor pusat Standard Chartered, London, Inggris, Rabu (21/1). Dalam diskusi, Menteri Kehutanan Raja Juli mengumumkan bahwa Indonesia telah bergabung sebagai anggota The Coalition to Grow Carbon Market.
21/1/2026, 13.54 WIB

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan resmi bergabung sebagai negara anggota The Coalition to Grow Carbon Markets. Koalisi ini bertujuan mempercepat penurunan emisi global dengan memperkuat insentif bagi dunia usaha untuk berinvestasi dalam kredit karbon berintegritas tinggi. Dengan kata lain, mendukung berkembangnya pasar karbon.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan, sebagai anggota Koalisi di bidang kehutanan, Indonesia akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki visi serupa yaitu untuk meningkatkan permintaan terhadap kredit karbon berintegritas tinggi dari sektor kehutanan dan solusi berbasis alam.

“Ini guna mendukung pertumbuhan hijau, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” kata dia dalam diskusi bertajuk Advancing Indonesia-UK Collaboration on High Integrity Carbon Markets di kantor pusat Standard Chartered, London, Inggris, Rabu (21/1).

Diluncurkan pada London Climate Action Week pada Juni 2025, Koalisi ini dipelopori oleh Kenya, Singapura, dan Inggris. Ketiganya bertindak sebagai ketua bersama Koalisi. Sejauh ini, delapan negara telah bergabung sebagai anggota yaitu Kanada, Prancis, Selandia Baru, Panama, Peru, Swiss, Zambia, dan yang terbaru Indonesia.

Raja Juli meyakini, dengan berbekal hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, ekosistem mangrove yang luas, serta lahan gambut tropis yang besar, Indonesia bisa berkontribusi besar dalam mencapai visi bersama.

Perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim Rachel Kyte menyambut baik bergabungnya Indonesia dalam The Coalition to Grow Carbon Markets. “Pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam mewujudkan kemajuan menuju target iklim negara, sekaligus memastikan tersedianya aliran pendanaan untuk berinvestasi dalam melindungi alam dan membangun ketahanan,” ujarnya.

CEO Standard Chartered Indonesia Donny Donosepoetro menilai keikutsertaan Indonesia dalam Koalisi ini akan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan standar kualitas, transparansi, serta permintaan terhadap pasar kredit karbon berintegritas tinggi.

“Standard Chartered menyatakan telah aktif mendukung pengembangan pembiayaan berkelanjutan, termasuk pengembangan pasar kredit karbon berintegritas tinggi di Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.