Beruntun di Awal Tahun: Asap Beracun, Pestisida, hingga Ledakan Kepung Jakarta

Info Bekasi
Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran hebat pada Rabu (1/4) malam.
2/4/2026, 12.21 WIB

Insiden lingkungan bertubi-tubi terjadi di daerah penyangga Jakarta. Terkini, Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan mengalami ledakan dan kebakaran hebat pada Rabu (1/4) malam.

Dalam video cctv warga yang beredar di media sosial, SPBE mengalami ledakan besar hingga api tampak berkobar-kobar dan asap hitam membumbung ke udara. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Keselamatan Bekasi Heryanto menduga api berasal dari korsleting listrik di sekitar SPBE sehingga mengakibatkan ledakan yang menghanguskan area tersebut.

"Infonya kebocoran gas. Informasi ini saya dapat dari pernyataan salah satu warga yang berada di sekitar lokasi," kata dia seperti dikutip Antara, Kamis (2/4). Namun, penyebab pasti kebakaran masih harus menunggu penyelidikan polisi.

Akibat insiden tersebut, SPBE Cimuning mengalami kerusakan berat bahkan dinyatakan nyaris rusak total. Kebakaran juga menghanguskan rumah warga di sekitar lokasi. Belasan mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan api. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB dikabarkan sudah padam pada Kamis (2/4) pagi.

Sebelum insiden kebakaran ini, Katadata mencatat setidaknya empat insiden lingkungan serius terpublikasi di wilayah penyangga Jakarta -- hanya di tiga bulanan pertama tahun ini.

Insiden Asap Oranye Cilegon

Asap oranye membumbung di lokasi perusahaan penyimpanan bahan kimia PT Vopak Indonesia Terminal Merak di Cilegon, Banten pada Sabtu (31/1) lalu. Kepulan asap tersebut menyebabkan gejala pusing, mual, hingga muntah pada warga di sekitar lokasi. 

Asap dilaporkan akibat reaksi kempu atau sisa-sisa material produksi seperti base oil dan asam nitrat yang secara tidak sengaja tercampur di penampungan. 

Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim untuk menyelidiki insiden tersebut. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan melayangkan gugatan perdata untuk menuntut ganti rugi dari perusahaan. 

Insiden Cemaran Pestisida di Anak Sungai Cisadane Tangerang

Insiden pencemaran pestisida di anak Sungai Cisadane bermula dari kebakaran gudang PT Biotek Saranatama pada Senin (9/2). Kebakaran menyebabkan 20 ton bahan pestisida ikut terbakar.

Gudang yang berlokasi di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan ini menyimpan pestisida jenis cypermetrin dan profenofos, yang umum digunakan untuk mengendalikan berbagai hama tanaman.

Berdasarkan peninjauan Kementerian Lingkungan Hidup pasca-kejadian, cemaran tersebut telah menyebar di aliran sungai sejauh puluhan kilometer, meliputi Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang. Berbagai biota akuatik di dalamnya pun terdampak, ditandai dengan kematian ikan mas, ikan baung, ikan patin, ikan nila, dan ikan sapu-sapu.

Kementerian Lingkungan Hidup menurunkan tim untuk mengecek kondisi sungai Cisadane secara menyeluruh. Bila merujuk pada estimasi waktu penelitian di laboratorium, Kementerian sejatinya sudah memegang hasil penelitian, namun sejauh ini belum dipublikasikan.

Namun, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan akan menggugat perusahaan secara perdata.

Longsor Sampah Bantar Gebang Bekasi

Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang Desa Ciketing Udik, Bekasi, mengalami longsor pada Minggu (8/3) siang. Sebanyak 13 orang menjadi korban dalam bencana tersebut, tujuh di antaranya meninggal akibat tertimbun sampah setinggi 50 meter.

Tragedi longsor yang baru-baru ini terjadi bukan yang pertama dan diduga karena open dumping dimana sampah hanya ditumpuk di atas permukaan tanah. Praktik ini disebut mengancam keselamatan karena rawan longsor dan menyebabkan pencemaran lingkungan masif. Kementerian Lingkungan Hidup tengah dalam proses mengakhiri pengelolaan sampah dengan metode itu. 

Deputi Penegakan Hukum Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup Rizal Irawan menjelaskan, Bantar Gebang sudah melewati proses pembinaan, pengawasan, dan pengenaan sanksi administratif terkait open dumping. Dia tak menutup kemungkinan pemidanaan terkait tragedi terbaru. “Penegakan hukum dapat menyasar pihak yang bertanggung jawab sesuai perannya, baik pengelola maupun pihak yang memiliki kewenangan,” ujar Rizal kepada Katadata.

Kebakaran Pabrik Plastik di Bogor

Kebakaran hebat melanda pabrik plastik milik PT Cahaya Dinamika Persada (CDP) di Desa Gunung Putri, Wanaherang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (29/3) sore. Perusahaan ini merupakan anak usaha Ligo Group yang bergerak di bidang produksi berbagai jenis plastik hingga produk minuman kemasan.

Kebakaran disebut-sebut karena pohon bambu yang tersambar petir, lalu terbakar, dan tumbang menimpa pabrik. Berdasarkan situs pemantauan kualitas udara Plume Labs, tingkat polusi di wilayah Wanaherang sempat menembus level kritis. Konsentrasi PM2,5 bahkan mencapai lebih dari 200 pada Minggu, menjadi yang terburuk sepanjang Maret.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas