Gubernur Kalsel Gelar Sayembara, Beri Imbalan Warga yang Ungkap Pelaku Karhutla
Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengungkapkan rencana "sayembara" untuk menangkap pelaku pembakaran hutan dan lahan (karhutla) di provinsi tersebut.
“Apabila masyarakat menemukan ada yang membakar, dengan ada bukti yang lengkap, dia menangkap orangnya, dilaporkan pada Kapolda, nanti saya beri bonus,” kata dia usai menghadiri rapat koordinasi di Jakarta, Rabu (23/9).
Namun, dia tidak memerinci besaran bonus yang akan diberikan. “Nanti-lah, pokoknya cukup banyak-lah,” ucapnya.
Karhutla meluas dengan cepat di Kalimantan mulai Juli lalu. Menurut catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas hutan dan lahan yang terbakar di pulau tersebut mencapai sekitar 90 ribu hektare sepanjang Januari hingga 14 September lalu. Luasan ini sekitar 1,4 kali luas daratan Jakarta.
Kebakaran terluas terjadi di Kalimantan Barat dengan lahan terbakar mencapai sekitar 48.536 hektare. Kalimantan Selatan berada di urutan kedua dengan luas lahan terbakar 19.303 hektare.
300 Perusahaan Diminta Ikut Padamkan Karhutla Kalsel
Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan meminta sekitar 300 unit usaha di Kalimantan Selatan untuk terlibat dalam penanganan karhutla.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, langkah itu merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 yang memandatkan kementeriannya menangani karhutla di kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional (KSPEAN).
“Dimandatkan juga untuk melakukan penanganan dan penanggulangan karhutla terutama di kawasan swasembada pangan, energi, dan air. Ada empat provinsi yang sedang tertimpa karhutla, salah satunya Kalimantan Selatan,” kata Hanif saat ditemui di Jakarta, Rabu (23/9).
Dia menjelaskan, selama hampir dua bulan, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah berupaya menanggulangi karhutla, terutama di wilayah utama di Kota Banjarbaru. Namun, kebakaran di area gambut seluas kurang lebih 3.000 hektare itu belum berhasil ditangani.
Menurut Gubernur Muhidin, pihaknya akan membagi area tersebut ke dalam beberapa zona. Setiap perusahaan kemudian mendapat tugas menangani karhutla di zona yang telah ditentukan.
“Nanti kami akan bagi, untuk membantu mengeroyok untuk mematikan api yang ada di ring 1 (daerah utama) tadi, yang dekat bandara ini, karena di situ adalah gambut,” ucapnya.
Pemadaman dilakukan dengan menyuntikkan cairan surfaktan langsung ke lapisan gambut. Cairan tersebut dirancang agar air lebih cepat membasahi dan meresap ke dalam gambut, sehingga dapat mendinginkan sumber bara di bawah permukaan dan mencegah api kembali menyala.
Muhidin mengatakan, pemerintah daerah juga akan membantu mencarikan tenaga kerja apabila perusahaan mengalami kekurangan personel.
“Supaya tenaga yang kami carikan itu ada, jadi perusahaan yang memberikan honor. Jadi inilah untuk kerja sama yang akan datang,” ujar Muhidin.
Besaran honor tidak disampaikan. Namun, Muhidin mengatakan imbalan tersebut harus diberikan dalam jumlah yang cukup dan memuaskan.
Pemerintah tidak menetapkan patokan anggaran pemadaman yang harus dikeluarkan setiap perusahaan. Namun, pemerintah akan memberikan arahan mengenai peralatan, jumlah tenaga kerja, bahan yang diperlukan, dan kebutuhan lainnya.