IHSG Sesi I Menghijau, Investor Masih Cerna Dampak Kenaikan Suku Bunga

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).
Penulis: Zahwa Madjid
Editor: Lavinda
18/11/2022, 13.24 WIB

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 0,54% ke level 7.083 pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jum’at (18/11). Kenaikan tersebut terjadi sehari setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebanyak 50 basispoin (Bps) menjadi 5,25%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada paruh pertama perdagangan, nilai transaksi saham hari ini tercatat Rp 5,80 triliun dengan volume perdagangan 19,54 miliar saham dan frekuensi sebanyak 719.703 kali.

Tercatat sebanyak 250 saham terkoreksi, 222 saham berada di zona hijau dan 214 saham tak bergerak pada perdagangan hari ini.

Di regional Bursa Asia bergerak bervariasi. Indeks bursa Nikkei 225 terkoreksi 0,10% dan Strait Times turun 0,41%. Sedangkan untuk Hang Seng naik 0,46% dan Shanghai Composite naik 0,04%.

Analis NH Korindo Sekuritas, Liza Camelia Suryanata mengatakan, para pelaku pasar modal masih mencerna kenaikan suku bunga acuan BI 7 DRR yang ketiga kalinya.

Menurut Liza, kenaikan BI 7DRR 50 Bps mengisyaratkan posisi bank sentral tetap hawkish, untuk menjaga pengukuran inflasi inti di bawah 4% hingga kuartal pertama 2023.

Saat ini, inflasi inti Indonesia berada di level 3,31% dalam perhitungan tahunana tau Year on Year (YoY). BI memproyeksi inflasi inti masih akan naik ke level 3,50% sampai akhir tahun 2022.

Halaman:
Reporter: Zahwa Madjid