Harga Aset Kripto Berpotensi Turun hingga US$ 21.000, Apa Alasannya?

123rf.com/traviswolfe
Ilustrasi bitcoin, crytocurrency, mata uang kripto
Penulis: Lona Olavia
1/3/2023, 14.46 WIB

Awali Maret, aset kripto khususnya Bitcoin (BTC) masih akan mengalami sideways beberapa hari ke depan. Bahkan koin utama kripto itu berpotensi alami penurunan harga di rentang US$ 21.000 hingga US$ 25.000.

CMO PINTU Timothius Martin mengatakan, faktor sideways harga aset kripto BTC dipengaruhi oleh berbagai kemungkinan, seperti perlambatan ekonomi yang akan terjadi secara hard landing. Serta indikasi The Federal Reserve (Fed) bahwa suku bunga akan dinaikan lebih tinggi untuk mengatasi inflasi. 

Berdasarkan dari risalah Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir, The Fed mengindikasikan bahwa mungkin saja tingkat suku bunga lebih akan dinaikan lebih tinggi dari rencana semula. Hal tersebut merupakan langkah untuk melawan tingginya inflasi seiring dengan kuatnya data ekonomi Amerika Serikat.

Bahkan pada rapat terakhir The Fed memutuskan untuk mengerek suku bunga sebesar 25 bps, yang sebenarnya jauh lebih rendah dari sebelumnya yang bisa 50 atau 75 bps.

“Mengumpulkan berbagai data pendukung untuk melakukan analisis dapat menentukan arah strategi investasi ke depan. Seperti data makroekonomi meliputi suku bunga dan adanya ancaman perlambatan ekonomi tentu akan memengaruhi secara langsung pergerakan harga aset kripto,” ujarnya dalam risetnya, Rabu (1/3).

Saat ini aset kripto BTC belum memperlihatkan pergerakan yang signifikan sejak bearish death cross pada minggu lalu. Untuk pertama kalinya, moving average (MA) 50 melintasi di bawah MA 200 pada grafik mingguan. Hal ini sebenarnya bisa mengkhawatirkan karena BTC tidak pernah mengalami ini sebelumnya. Kendati begitu, sebagian ahli berpendapat bahwa death cross yang bergantung pada MA historis dan penurunan mungkin saja sudah terjadi sebelum persimpangan keduanya. 

Dalam sepekan terakhir, BTC bergerak sideways sesuai dengan ekspektasi dan tertarik kembali dari bagian paling atas bollinger band mingguannya. Patut diperhatikan juga bagaimana BTC kembali ditolak oleh garis resistensi penting di MA 200 minggu. BTC diekspektasikan akan sideways kembali di rentang US$ 21.000 hingga US$ 25.000.

“Penurunan harga saat ini merupakan bagian dari siklus pasar kripto. Yang pasti, pemanfaatan teknologi blockchain tidak hanya terbatas pada Bitcoin saja, namun cakupannya sangat luas. Sama halnya seperti kehadiran komputer pada tahun 80-an, di mana adopsi komputer masih menjadi perdebatan namun penggunanya terus naik setiap tahunnya,” kata Timothius.