PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan hingga 500.000 pengguna pada aplikasi IDX Mobile. IDX Mobile merupakan aplikasi yang baru saja diluncurkan bersamaan dengan perayaan ke-31 tahun BEI.
Direktur BEI Irvan Susandy mengatakan, pada hari pertama peluncuran aplikasi ini, IDX Mobile sudah mencatatkan hingga lebih dari 31.000 pengguna. Aplikasi ini dapat diunduh di PlayStore maupun Apple Store. Dalam aplikasi IDX Mobile, para pelaku pasar modal dapat melihat pergerakan harga saham, indeks, berita perusahaan secara real time.
“Targetnya bisa sampai 300.000 hingga 500.000 hingga akhir 2023” ujar Irvan di sela-sela peluncuran IDX Mobile di BEI, Jakarta, Kamis (13/7).
Irvan juga menjelaskan peluncuran aplikasi ini didasari oleh minat generasi muda untuk berinvestasi di pasar modal. Apalagi IDX Mobile dapat memudahkan para investor untuk mendapatkan informasi seputar bursa.
BEI hingga saat ini, tambah Irvan, masih akan melakukan pengembangan fitur-fitur dalam IDX Mobile. Seperti fitur data terkait surat utang dan aksi korporasi perusahaan, serta peraturan di pasar modal.
Saat ini informasi tersebut bisa diakses publik melalui laman resmi BEI. Namun jadwal perilisan fitur-fitur lainnya masih menjadi diskusi internal.
“Aplikasi ini menggabungkan informasi yang selama ini bertebaran, sehingga bisa jadi satu channel yang mudah diakses. Waktunya masih dibahas, kemungkinan tahun ini bakal ada pengembangan terbaru lagi. Masih fokus ke penambahan pengguna IDX Mobile,” kata Irvan.
Lebih lanjut Irvan menilai bahwa aplikasi IDX Mobile tidak akan tumpang tindih dengan aplikasi lain yang serupa. Ia melihat aplikasi-aplikasi dari stakeholders lain memiliki keistimewaan masing-masing.
Menurutnya perlu kerja keras bagi Self Regulatory Organization untuk menyajikan informasi yang tersentralisasi, valid, dan mudah diakses. Adapun IDX Mobile memiliki beberapa keistimewaan yang tidak terdapat di aplikasi lain. Seperti data terkait surat utang dan aksi korporasi perusahaan, serta peraturan di pasar modal.
“Saat ini informasi tersebut bisa diakses publik baru via website BEI,” katanya.
BEI saat ini punya kantor perwakilan di seluruh wilayah Indonesia. Melalui IDX Mobile, diharapkan bisa memudahkan masing-masing kantor perwakilan di kota lainnya untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat di daerah yang jauh dari ibukota.
“Semoga aplikasi ini bisa bermanfaat tidak hanya untuk literasi pasar modal, tetapi juga untuk pasar keuangan Indonesia secara umum,” ujar Irvan.
Sebagai informasi, terdapat fitur Virtual Trading untuk para investor melakukan simulasi kegiatan transaksi jual-beli saham secara real time tanpa mendapatkan risiko finansial.
Terdapat juga fitur Capital Market Info yang menyajikan informasi pergerakan saham di pasar modal dan fitur Stock Heatmap yang menggambarkan visualisasi kinerja saham untuk memudahkan analisis.
Direktur Utama BEI Iman Rachman berharap aplikasi IDX Mobile dapat memperluas informasi seputar pasar modal tak hanya di Tanah Air, namun juga mancanegara.
"Kami harap IDX Mobile tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan inklusi dan literasi pasar modal Indonesia, tetapi juga memperluas pemanfaatan informasi pasar modal untuk seluruh masyarakat, baik domestik maupun mancanegara,” ujar Iman.