Danantara Raup Dividen Rp71,4 T dari 8 BUMN, BBRI hingga TLKM Mana Paling Royal?
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara mulai menangguk untung dari sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Hingga hari ini tercatat sudah ada 8 perusahaan pelat merah yang mengumumkan pembagian dividen untuk laba tahun buku 2024.
Kepemilikan Danantara BUMN terjadi setelah pemerintah mengalihkan seluruh kepemilikan saham kepada badan yang baru terbentuk pada 24 Februari 2025 itu terjadi setelah pemerintah mengalihkan seluruh aset yang dimiliki. Pengalihan dilakukan melalui PT Biro Klasifikasi Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan terhitung sejak 21 Maret 2024 sebanyak 844 BUMN sudah resmi terdaftar di bawah badan bentukan Presiden Prabowo Subianto itu. BUMN yang tergabung dalam Danantara itu mencakup anak perusahaan, cucu perusahaan, hingga cicit perusahaan.
“Jadi, kami bisa melakukan konsolidasi, dan kami sudah lakukan secara bertahap, bersama-sama terhadap yang besar-besar, yang mempunyai dampak besar terhadap perekonomian," ujar Rosan dalam acara Town Hall Danantara akhir April lalu.
Rosan mengatakan setelah semua BUMN terkonsolidasi selanjutnya Danantara akan fokus pada pengembangan perusahaan dan memaksimalkan sumber daya untuk berinvestasi di sejumlah sektor strategis. Salah satu sumber dana yang bakal menjadi modal investasi Danantara bersumber dari dividen yang diterima dari sejumlah BUMN.
Berdasarkan catatan Katadata.co.id Danantara kini telah mengantongi Rp 71,38 triliun dari total 8 BUMN yang telah membagikan dividen. Sebagian di antaranya sudah masuk ke kantong Danantara yaitu untuk BUMN yang melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada April lalu.
Beberapa emiten pelat merah yang telah membayarkan dividen kepada pemegang saham adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Sementara itu empat BUMN lainnya baru menggelar RUPST dan menyetujui pembagian dividen yaitu PT Vale Indonesia Tbk (INCO), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM).
Guyuran Dividen Jumbo BUMN untuk Danantara
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, untuk tahun buku 2024, dividen terbesar diperoleh Danantara dari sektor perbankan. BRI sebelumnya telah mengumumkan pembagian dividen Rp 343,4 per lembar saham, dan Bank Mandiri mengumumkan pembagian saham Rp 466 per lembar.
Di dua bank pelat merah ini Danantara mencatat kepemilikan saham 80,6 miliar di BRI atau setara 53,19% dan 48,5 miliar saham di Mandiri atau setara 52%. Dari jumlah itu Danantara mengantongi Rp 27,68 triliun dari BBRI dan RP 22,62 triliun dan BMRI. Sementara dari BBNI dan BBTN, Danantara mengantongi masing-masing Rp 8,37 Triliun dan Rp 451 miliar.
Di luar sektor perbankan, dividen terbesar diperoleh Danantara dari TLKM dengan besaran dividen total yang diterima Rp 10,96 triliun. Angka ini diperoleh dari total kepemilikan saham 51,6 miliar lembar atau setara 52%.
Sementara itu besaran dividen yang diterima dari Jasa Marga adalah Rp 773,4 miliar, dari SMGR Rp 332,6 miliar dan Rp 193,5 miliar dari INCO. Kepemilikan saham Danantara di INCO adalah 34% melalui PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID.
| Perolehan Dividen Danantara dari 8 BUMN | |||
| Perusahaan | Dividen Per Saham | Total Dividen Diterima | Kepemilikan Saham |
| PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) | Rp 343,4 | Rp 27,68 triliun | 80.610.976.875 setara 53,19% |
| PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) | Rp 466 | Rp 22,62 triliun | 48.533.333.333 setara 52% |
| PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) | Rp 374,05 | Rp 8,37 triliun | 22.378.387.749 setara 60% |
| PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) | Rp 53,37 | Rp 451,09 miliar | 8.420.666.647 setara 60% |
| PT Jasa Marga Tbk (JSMR) | Rp 156,23 | Rp 773,4 miliar | 5.080.509.839 setara 70% |
| PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) | Rp 96,21 | Rp 332,6 miliar | 3.457.023.004 setara 51,02% |
| PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) | Rp 212,46 | Rp 10,96 triliun | 51.602.353.559 setara 52,09% |
| PT Vale Indonesia (INCO) | Rp 54 | Rp 193,5 miliar | 3.583.533.690 setara 34% |
Diolah dari hasil RUPST 8 BUMN
Sebelumnya, Chief Investment Officer Danantara Pandu Patria Sjahrir, mengatakan lembaganya telah menyiapkan sejumlah skenario Danantara untuk berinvestasi di sejumlah sektor, Ia mengatakan terdapat 9 sektor yang akan jadi prioritas investasi Danantara. Pemilihan sektor tersebut menurut Pandu didasarkan pada dampak ekonomi yang ditimbulkan.
Menurut Pandu pemilihan sektor prioritas disesuaikan dengan visi dan misi yang menjadi panduan dalam pendirian Danantara. Adapun Pandu menargetkan Danantara akan berjalan secara efektif dalam waktu dekat.
”Ini adalah beberapa sektor yang akan kita aktifkan 12 bulan ke depan. Kami akan segera memulai proses, berhubungan keuangannya, dan investasi,” kata Pandu dalam seminar nasional Asian Development Bank Institute di Hotel Bidakara beberapa waktu lalu.
Sembilan sektor tersebut mencakup industri hilir, produksi minyak dan gas, manufaktur, ketahanan pangan, infrastruktur digital, infrastruktur dasar seperti air dan limbah, keamanan energi, real estate strategis dan pusat komputasi AI. Pandu mengatakan investasi di sembilan sektor akan dilakukan dengan perencanaan yang matang.
Selain itu ia mengatakan investasi yang akan dilakukan Dannatara juga akan mepertimbangkan peluang penciptaan lapangan kerja. Menurut Pandu, semakin banyak tenaga kerja terserap, semakin besar nilai strategisnya bagi pembangunan ekonomi Indonesia.
Dalam penerapannya, dalam setiap investasi ini akan melakukan penilaian rata-rata pengembalian investasi pemegang saham historis di sektor tersebut. "Dari indikator ini kita bisa melihat investment project. Kami fokus kepada Indonesia. Bahasa saya right to win, karena ini adalah business model kita," kata Pandu.