Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) bergeliat hingga melonjak 20% dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga saham terjadi di tengah merger atau penggabungan usaha dengan grab. 

Apabila menilik perdagangan saham sesi I Senin (10/11), saham GOTO ditutup melesat 8,20% ke Rp 66 per lembarnya. Volume yang diperdagangkan tercatat 6,57 miliar dengan nilai transaksi Rp 430,06 miliar dan kapitalisasi pasarnya sebesar Rp 75,28 triliun. 

Tak hanya itu, dalam seminggu terakhir saham GOTO sudah melesat 11,86%.  Sejumlah analis juga merekomendasikan buy saham GOTO. Misalnya RHB Sekuritas merekomendasikan buy on weakness saham GOTO di level Rp 59. Adapun target harganya ke Rp 66.

Analis BinaArtha Sekuritas, Ivan Rosanova, menilai saham OTO berpeluang melanjutkan reli ke level 71 bahkan 78, asalkan mampu menembus area resistensi di 65. Ia menyebut indikator MACD saat ini menunjukkan momentum bullish.

“Hold atau take profit  sebagian di 65 sebagai target harga terdekat,” tulis Ivan dalam analisisnya, Senin (10/11). 

Tim Analis BRI Danareksa Sekuritas sempat memproyeksikan saham GOTO hingga Rp 100. BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi Beli untuk saham GOTO dengan valuasi price to sales (P/S) ratio sebesar 5,9 kali terhadap proyeksi pendapatan pada tahun buku 2025 (FY25F). 

Prospek ini didukung oleh profitabilitas yang sesuai target dan seiring menyempitnya kerugian dari segmen TTS–Tokopedia. Apabila menilik komposisi pemegang saham GOTO per 31 Oktober 2025, sebagian besar saham dimiliki oleh masyarakat dengan porsi sekitar 76,92% dari total saham beredar.

emudian SVF GT Subco (Singapore) Pte. Ltd. dan Taobao China Holding Limited, masing-masing memiliki 7,65% dan 7,43% saham. Sementara itu, pemegang saham pengendali internal seperti William Tanuwijaya, Andre Soelistyo, Melissa Siska Juminto, dan Kevin Bryan Aluwi memiliki porsi di bawah 2%. 

Perusahaan juga memiliki Saham Treasury sebesar 2,82%.Adapun MIrae Asset Sekuritas merekomendasikan untuk accumulative buy GOTO dengan target harga Rp 74.

Kinerja GOTO 2025

GoTo Gojek Tokopedia akhirnya mencetak untung kuartalan atau laba sebelum pajak yakni Rp 62 miliar pada kuartal III 2025. Perusahaan juga menjelaskan sembilan bulan pertama tahun ini mencapai Rp 13,29 triliun, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy). 

Rugi bersih GOTO pun menyusut 82% secara yoy menjadi Rp 775,55 miliar.  Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, GOTO juga berhasil menekan biaya dan beban sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini dari Rp 13,71 triliun pada Januari-September 2024 menjadi Rp 13,51 triliun. 

“Pada kuartal ketiga, kami mencatatkan tonggak sejarah baru dengan mencapai laba sebelum pajak yang disesuaikan untuk pertama kali sebesar Rp 62 miliar,” ujar Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo dalam siaran pers, Rabu (29/10). 

Direktur Keuangan Grup GoTo Simon Ho menjelaskan, kinerja kuartal ketiga perusahaan mencerminkan kemajuan berkelanjutan dalam efisiensi dan disiplin keuangan di seluruh bisnis.

“Kami mencapai rekor lain untuk EBITDA Grup yang disesuaikan dan menghasilkan arus kas bebas yang disesuaikan positif, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan manajemen biaya yang disiplin,” ujarnya. 

GOTO mencatatkan laba sebelum bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) grup yang disesuaikan pada kuartal ketiga 2025 mencapai Rp 516 miliar, naik 239% secara tahunan. Sedangkan secara kumulatif dalam sembilan bulan pertama tahun ini, EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 1,34 triliun, berbalik dibandingkan rugi Rp 79 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Danantara Terlibat Merger GOTO-Grab

Katadata telah meminta konfirmasi kepada pihak GOTO, namun manajemen belum menjawab hingga berita ini diterbitkan.

Sebelumnya pemerintah tengah menyiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara untuk berpartisipasi dalam upaya penggabungan usaha atau merger Grab dan Gojek. 

Menteri Sekretaris Negara atau Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah tengah menggodok ketentuan yang dapat mengatur merger kedua perusahaan transportasi ojol itu. Pemerintah telah membicarakan rencana ini dengan para pimpinan Grab dan Gojek. 

“Danantara ikut terlibat, karena ada proses korporasi yang menjadi bagian dari yang dibicarakan,” kata Prasetyo di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (7/11). 

Kabar Grab dan Gojek akan merger sempat muncul pada Juni, namun dibantah kedua perusahaan. Isu itu kini dibahas lagi, menjelang penerbitan Peraturan Presiden alias Perpres ojol oleh Presiden Prabowo Subianto pada akhir tahun ini.

Pemerintah Dukung Grab dan Gojek Merger Demi Ojol 

Politikus Partai Gerindra itu menilai rencana merger Grab dan Gojek merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada para mitra ojek online atau ojol. Prasetyo menganggap merger keduanya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menjaga lapangan kerja jutaan mitra pengemudi ojol.

“Perusahaan ini menyediakan layanan, sehingga tercipta tenaga kerja. Saudara-saudara kita yang menjadi mitra itu jumlahnya cukup besar. Kami tersadar bahwa ojol merupakan pahlawan ekonomi,” ujarnya. 

Skema peleburan Grab dan Gojek menjadi perusahaan tunggal ini merupakan salah satu pembahasan dalam rancangan Peraturan Presiden atau Perpres yang mengatur status, perlindungan dan tarif untuk pengemudi atau mitra ojol.

“Sedang terus disempurnakan. Dalam artian dilengkapi dari berbagai pihak. Baik teman-teman mitra ojol, serta aplikator,” kata Prasetyo. 

Pemerintah juga sebelumnya Ingin Gojek Dimiliki Mayoritas Indonesia Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pemerintah ingin GoTo Gojek Tokopedia dimiliki mayoritas oleh orang Indonesia. Hal ini menanggapi kabar Grab mengkaji untuk mengakuisisi pesaingnya itu. 

Politikus Partai Gerindra itu tidak memerinci bagaimana GoTo Gojek Tokopedia dapat dimiliki mayoritas oleh orang Indonesia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nur Hana Putri Nabila