DBS Sebut Ekonomi RI saat Pandemi Corona Lebih Baik daripada 1998

Katadata
Presdir DBS Indonesia Paulus Sutisna
Penulis: Ihya Ulum Aldin
Editor: Yuliawati
16/7/2020, 11.17 WIB

Pandemi corona atau Covid-19 menimbulkan perlambatan ekonomi dunia bahkan resesi di beberapa negara. Walau demikian, Presiden Direktur PT Bank DBS Paulus Sutisna menilai kondisi ekonomi di Indonesia saat ini lebih baik dibandingkan krisis moneter pada 1997-1998.

Paulus menilai berbagai indikator saat ini jauh lebih baik dibandingkan masa 20 tahun yang lalu. "Baik dari segi PDB (Produk Domestik Bruto), cadangan devisa, utang luar negeri, sektor perbankan yang lebih kuat, dan pasar keuangan yang juga lebih dalam," kata Paulus dalam DBS Asian Insights bertajuk Navigating A Brave New World yang bekerja sama dengan Katadata.co.id pada Kamis (16/7).

Selain itu, koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan dinilai positif dalam mengeluarkan berbagai paket stimulus untuk menahan perlambatan ekonomi dan menjaga stabilitas sektor keuangan. "Sehingga sektor perbankan dapat terus mendukung nasabah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini," ujar Paulus.

(Baca: Perbankan Beralih ke Digital, DBS Ramal Kantor Cabang Bakal Hilang)

Pemulihan ekonomi dari krisis virus corona pun akan lebih mudah karena dapat dimulai dengan mendorong pasar domestik di tengah lesunya perdagangan internasional. Indonesia merupakan negara yang rasio ekspor terhadap PDB berada di kisaran 25% atau lebih rendah dibanding negara tetangga di Asia Tenggara. "Maka, pemulihan ekonomi akan lebih didorong oleh pasar domestik," kata Paulus.

Pertumbuhan pasar domestik ini akan terbantu dengan e-commerce yang sejak 10 tahun terakhir tumbuh pesat di Indonesia. Besarnya pasar e-commerce dan tenaga kerja muda diperkirakan membuat perekonomian Indonesia dapat pulih lebih cepat di tengah pandemi ini.

Namun, Paulus menekankan bahwa tetap tidak boleh gegabah karena masa pandemi memberikan tantangan dan dampak yang tak terduga secara ekonomi dan politik. Apalagi perlambatan ekonomi otomatis berpengaruh pada peta politik Indonesia.

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin