Kimia Farma akan Rilis Obligasi Konversi, Serap PMN dari Induknya?

kimiafarma.co.id
Kimia Farma
Penulis: Lavinda
13/7/2021, 07.00 WIB

Dalam keterangannya, manajemen perusahaan menyampaikan imia Farma membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan operasional perusahaan. Salah satunya mengembangkan pemasaran melalui jalur digital di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pada Agustus 2020, perusahaan meluncurkan aplikasi Kimia Farma Mobile yang memungkinkan pelanggan memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan gawai. Pada 2021, perusahaan berfokus meningkatkan kinerja perusahaan dengan tata kelola yang baik, didukung oleh empat portofolio perusahaan.

Saat ini, Kimia Farma memiliki beberapa pabrik yang memproduksi bahan baku obat, obat jadi, obat herbal, kina, yodium, serta produk-produk turunannya, minyak nabati, dan kosmetik. Segmen manufaktur dijalankan oleh entitas induk dan anak usaha. Selain itu, didukung pula oleh segmen riset dan pengembangan, distribusi dan perdagangan, pemasaran, ritel farmasi, laboratorium klinik, dan klinik kesehatan.

Secara umum, produk yang dihasilkan perusahaan terbagi dalam enam lini, yakni etikal, obat bebas, generik, narkotika, lisensi, dan bahan baku.

Perusahaan berupaya memperkuat sisi operasional melalui transformasi digital agar proses dari hulu ke hilir, dari pabrik, distribusi, dan ritel farmasi akan terhubung semua dalam sistem teknologi informasi. Dengan digitalisasi farmasi, manajemen memperkirakan industri farmasi bisa menghemat biaya operasional.

Halaman: