15 Negara dengan Tarif Pajak Tertinggi di Dunia

unsplash.com
negara dengan tarif pajak tertinggi
Penulis: Izzul Millati
Editor: Safrezi
2/2/2026, 10.11 WIB

Pajak merupakan sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta jaminan sosial. Setiap negara memiliki kebijakan pajak yang berbeda, tergantung pada kondisi ekonomi dan peran pemerintah dalam kehidupan warganya.

Beberapa negara dikenal menerapkan tarif pajak yang relatif tinggi, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan besar. Negara-negara ini umumnya menggunakan sistem progressive taxation, yaitu semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin besar pajak yang harus dibayarkan. 

Deretan Negara dengan Tarif Pajak Tertinggi

negara dengan tarif pajak tertinggi (unsplash.com)

 

Berikut daftar 15 Negara dengan tarif pajak tertinggi di dunia berdasarkan laporan Vyssor

15. Irlandia

Irlandia dikenal dengan tarif pajak perusahaan yang rendah, sehingga berhasil menarik banyak perusahaan besar dunia untuk mendirikan kantor di Irlandia. Namun, untuk pajak penghasilan pribadi, tarifnya bisa mencapai sekitar 40 persen. Sistem pajak di Irlandia bersifat progressive, sehingga masyarakat dengan penghasilan lebih tinggi akan membayar pajak lebih besar.

14. Luksemburg

Luksemburg merupakan negara dengan perekonomian yang stabil dengan tarif pajaknya yang mencapai 42 persen. Sistem pajak penghasilan di negara ini bersifat progresif, sesuai dengan jumlah pendapatan setiap individu. 

Meski dikenal memiliki paspor yang kuat, tingginya pajak penghasilan pribadi membuat sebagian pelaku usaha enggan menetap di Luksemburg, terutama bagi mereka yang berpenghasilan besar.

13. Jerman

Jerman menerapkan tarif pajak penghasilan lumayan tinggi, sekitar 45 persen. Selain pajak penghasilan, masyarakat juga harus membayar iuran sosial yang cukup besar, sehingga beban pajak total menjadi lebih tinggi.

Pajak tersebut digunakan untuk membiayai berbagai layanan publik, termasuk infrastruktur dan jaminan sosial. Sementara itu, pajak perusahaan sekitar 30%, lebih rendah dibandingkan pajak individu. 

12. Portugal

Portugal dikenal memiliki kualitas hidup yang baik dan menjadi tujuan favorit warga asing yang ingin berwisata, terutama kota Lisbon. Namun, banyak yang berfikir berulang kali untuk menetap di sini karena tarif pajak penghasilan di negara ini bisa mencapai hingga sekitar 48 persen.

Bagi penduduk non residen, Portugal menerapkan tarif pajak tetap sebesar 25 persen. Sebelumnya, Portugal menarik banyak pendatang kaya melalui skema NHR (non-habitual resident), tetapi kebijakan tersebut kini diperketat sehingga daya tarik pajaknya berkurang.

11. Belanda

Pajak penghasilan pribadi di Belanda tergolong tinggi. Masyarakat dengan pendapatan di atas €75.000 dapat dikenai pajak hingga sekitar 49,5 persen. Pajak ini digunakan untuk membiayai layanan sosial dan infrastruktur, tetapi membuat kelompok berpenghasilan tinggi menanggung beban pajak yang besar.

  1. Slovenia

Slovenia adalah negara kecil di Eropa yang memiliki sistem pajak progresif dengan tarif tertinggi sekitar 50 persen. Negara ini termasuk anggota Uni Eropa yang cukup maju dan stabil.

Masyarakat berpenghasilan tinggi di Slovenia harus membayar pajak lebih besar dibandingkan negara tetangganya yang memiliki tarif lebih rendah. 

9. Israel

Israel dikenal sebagai salah satu pusat inovasi dunia dengan jumlah start-up terbanyak di dunia. Di balik keberhasilan tersebut, tarif pajak penghasilan tertinggi di Israel mencapai sekitar 50 persen.

Meski tetap menarik bagi pelaku industri teknologi, biaya hidup dan pajak yang tinggi membuat sebagian pelaku usaha harus berpikir ulang untuk mendirikan perusahaan di sini. 

8. Belgia

Belgia menerapkan tarif pajak penghasilan tinggi, yaitu sekitar 50 persen bagi masyarakat berpenghasilan di atas €48.000 per tahun.

Banyak warga merasa hampir setengah pendapatan mereka diambil negara. Meski demikian, Belgia tetap dikenal sebagai negara yang makmur dan stabil.

7. Aruba

Aruba terkenal sebagai destinasi wisata dengan keindahan alamnya. Namun, negara kepulauan ini menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi yang cukup tinggi, hingga sekitar 52 persen.

Jika dibandingkan dengan wilayah Karibia lainnya, Aruba termasuk salah satu daerah dengan beban pajak tertinggi di kawasan Amerika.

6. Swedia

Swedia menerapkan tarif pajak tertinggi sekitar 52,3 persen jika digabungkan antara pajak nasional dan daerah. Pajak ini digunakan untuk membiayai layanan publik yang sangat luas dan merata.

Sebagai hasilnya, Swedia dikenal memiliki tingkat kesetaraan sosial dan kualitas hidup yang tinggi.

5. Austria

Austria memiliki perekonomian yang kuat dan standar hidup yang tinggi. Negara ini mengenakan tarif pajak penghasilan tertinggi sekitar 55 persen, terutama bagi mereka dengan pendapatan sangat besar.

Sebagai imbalannya, masyarakat menikmati layanan publik yang baik dan lingkungan hidup yang sangat nyaman.

4. Denmark

Denmark menerapkan tarif pajak penghasilan pribadi sekitar 55,9 persen, salah satu yang tertinggi di dunia. 

Sebagai imbalannya, warga Denmark secara umum menikmati tingkat kebahagiaan dan akses layanan sosial yang tinggi, meskipun biaya hidupnya juga mahal.

3. Jepang

Jepang merupakan negara dengan tarif pajak tertinggi di Asia. Jika digabungkan dengan pajak daerah, tarif tertinggi bisa mencapai hampir sekitar 56 persen. 

Meski pajaknya tinggi, Jepang tetap menjadi pusat teknologi dan inovasi di kawasan Asia dengan perusahaan teknologi yang tetap beroperasi selama puluhan tahun.

2. Finlandia

Finlandia memiliki tarif pajak penghasilan tertinggi yang dapat mencapai hampir 57 persen jika digabungkan dengan pajak kota dan gereja.

Sebagai imbalannya, Finlandia dikenal memiliki sistem pendidikan terbaik dan kualitas hidup yang tinggi, meskipun biaya hidupnya mahal.

1. Pantai Gading

Pantai Gading menempati posisi teratas sebagai Negara dengan tarif pajak tertinggi di dunia, dengan tarif pajak penghasilan mencapai sekitar 60 persen.

Meskipun memiliki peran penting di pasar kakao dan energi Afrika Barat, tingginya pajak tidak diimbangi dengan standar hidup dan stabilitas yang memadai, sehingga kurang menarik bagi pelaku usaha internasional.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.