Profil ‘Crypto Bro’ Bilal Bin Saqib Yang Dikirim untuk Meraih Hati Trump
Perkembangan teknologi blockchain dan aset kripto kini tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga merambah ke ranah geopolitik tingkat global. Fenomena ini terlihat dari langkah Pakistan yang memanfaatkan sosok teknolog muda sebagai bagian dari strategi diplomasi internasional.
Sosok tersebut adalah Bilal bin Saqib, seorang pengembang kripto berusia 35 tahun yang disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran Donald Trump. Profil Crypto Bro ini kemudian banyak dibahas karena perannya sebagai penghubung antara Pakistan dengan Amerika Serikat, sekaligus mediator dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Profil Crypto Bro: Sosok Bilal bin Saqib
Jika berbicara soal profil Crypto Bro, maka istilah tersebut merujuk pada Bilal bin Saqib, seorang pengembang kripto yang kini menjadi figur penting dalam strategi pemerintahan Pakistan.
Ia menjabat sebagai CEO Pakistan Crypto Council, penasihat pemerintah, serta memimpin Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA). Kariernya di pemerintahan meningkat pesat sejak ditunjuk sebagai penasihat khusus pada 2025.
Bilal bin Saqib dikenal sebagai teknolog berusia 35 tahun yang menyebut dirinya sebagai builder, bukan trader kripto. Ia memiliki jaringan luas dengan pelaku industri kripto internasional dan pernah menjadi penasihat World Liberty Financial sebelum masuk ke lingkar pemerintahan.
Relasi Bilal dengan Donald Trump dibangun melalui keterlibatan dalam World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didukung keluarga Trump.
Hubungan ini kemudian membuka akses langsung ke elite politik Amerika Serikat dan terlihat jelas dalam pertemuan di Islamabad, ketika CEO World Liberty Financial, Zachary Witkoff, hadir bersama pejabat tinggi Pakistan.
Pakistan Gunakan Diplomasi Kripto untuk Mendekat ke AS
Menurut Bloomberg, pemerintah Pakistan menerima kunjungan CEO World Liberty Financial, Zachary Witkoff, pada Januari lalu. Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Asim Munir, sehingga pembahasan soal stablecoin atau mata uang kripto yang nilainya stabil menjadi lebih penting secara diplomatik.
Walaupun kesepakatan yang dibahas masih tahap awal, pertemuan ini menunjukkan adanya potensi kerja sama yang lebih dalam. Langkah ini juga membantu Pakistan memperkuat hubungan dengan tokoh kripto yang dekat dengan Trump.
Bilal Bin Saqib mengatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk “menempatkan Pakistan di peta dunia.” Ia juga menambahkan bahwa kripto membuka peluang baru dan membantu membangun kepercayaan dengan pihak Amerika Serikat.
Bilal Bin Saqib berperan dalam mengajak pendiri Binance, Changpeng Zhao, untuk menjadi penasihat strategis di Pakistan Crypto Council. Selain itu, ia juga menjadi tuan rumah bagi eksekutif World Liberty Financial di Islamabad, di mana kedua pihak menandatangani nota awal terkait penggunaan stablecoin.
Saqib juga terlihat hadir bersama Zachary Witkoff di Mar-a-Lago dan mengikuti konferensi Bitcoin di Las Vegas bersama tokoh-tokoh yang terkait dengan Trump. Tidak hanya itu, ia juga bertemu dengan pejabat Gedung Putih yang menangani aset digital dan ikut bergabung dalam delegasi perdagangan Pakistan ke Washington. Dalam kunjungan tersebut, ia bahkan turut berkontribusi dalam penyusunan kerangka kerja perdagangan.
Kripto Jadi Pintu Masuk Peluang yang Lebih Luas
Pendekatan kripto yang dilakukan Pakistan ternyata berdampak pada bidang lain. Bloomberg menyebutkan bahwa Amerika Serikat kemudian menurunkan tarif produk Pakistan menjadi 19 persen dan juga menetapkan kelompok Balochistan Liberation Army sebagai organisasi teroris.
Pakistan juga mulai dilihat sebagai pihak yang bisa menjadi perantara antara Amerika Serikat dan Iran, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antar kedua negara.
Di sisi lain, potensi ekonomi kripto Pakistan juga cukup besar. Negara ini dilaporkan memiliki sekitar 40 juta pengguna kripto dengan nilai transaksi yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 miliar dolar AS.
Kelompok bisnis yang terkait dengan Trump juga mulai melirik pasar keuangan digital Pakistan, sementara perusahaan Amerika Serikat juga mulai mempertimbangkan peluang di sektor mineral langka atau rare earth.