11 Proyek Investasi Asing Rp 44 Triliun Sudah Terealisasi

BKPM menjadikan 100 proyek PMA sebagai percontohan dengan target menyerap 43.000 tenaga kerja. Pada tahun ini, BKPM menargetkan sebanyak 22 proyek sudah terealisasi.
Aria W. Yudhistira
1 Oktober 2015, 15:49
Infrastruktur
Donang Wahyu|KATADATA
Investasi KATADATA | Donang Wahyu

KATADATA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan sudah ada 11 investasi asing yang sudah merealisasikan proyeknya. Total nilai investasi tersebut mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 44 triliun.

Deputi Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis mengatakan, ke-11 investasi tersebut bagian dari 100 proyek penanaman modal asing (PMA) yang menjadi percontohan BKPM. “Ini membuktikan bahwa realisasi proyek investasi terutama PMA masih berjalan sesuai rencana,” kata dia di Gedung BKPM, Jakarta, Kamis (1/10).

Menurut dia, potensi ekspor dari beroperasinya 11 investasi baru ini mencapai US$ 513 juta, dan ditargetkan dapat menyerap tenaga kerja hingga 9.280 orang dari. Jika 100 proyek percontohan itu bisa terealisasi, akan ada 43.000 tenaga kerja yang terserap.

“Itu 11 (proyek) adalah investasi yang beroperasi hari ini, mereka beroperasi, menyerap tenaga kerja, dan membayar pajak,” kata Azhar.

Ke-11 investasi tersebut antara lain pembangunan smelter nikel di Sulawesi Tengah senilai US$ 635 juta, industri komponen otomotif di Jawa Tengah senilai US$ 70,5 juta, industri pengolahan susu di Jawa Barat senilai US$ 29,6 juta, industri ban di Jawa Barat (Jabar) senilai US$ 126,5 juta, dan industri kertas tisu di Jawa Timur senilai US$ 35,1 juta.

Selain itu, ada dua pabrik semen masing-masing senilai US$ 854,7 juta (Banten) dan US$ 329,6 juta (Jabar). Lalu ada industri farmasi di Jawa Timur senilai US$ 13,3 juta, industri gula dan perkebunan tebu di Jawa Timur senilai US$ 552 juta, pembangunan hotel di Bali senilai US$ 14,4 juta, dan pembangkit listrik di Bali senilai US$ 385,3 juta.

Azhar mengatakan dari 11 investasi tersebut ada beberapa investasi yang menghasilkan tenaga listrik berkapasitas 130 megawatt (MW). “Itu salah satunya yang menghasilkan listrik adalah pabrik smelter yang juga membangun pembangkit listrik,” kata Azhar.

Pada Juli lalu, BKPM mencatat jumlah realisasi investasi baru mencapai dua proyek dari total 100 proyek tersebut. Kepala BKPM Franky Sibarani merinci, satu proyek itu di sektor hilirisasi pertambangan senilai US$ 635 juta dan satu proyek lagi di bidang komponen otomotif senilai US$ 70,5 juta.

Selanjutnya, Franky berharap, 22 proyek investasi bisa rampung dan memulai proses produksi pada tahun ini. Jadi, tahun ini, ada 24 proyek investasi yang sudah beroperasi. “Untuk tahun 2015 ini sendiri, paling banyak akan segera rampung pada kuartal IV mendatang. Itu termasuk dua (proyek) yang sudah rampung tadi,” katanya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait