Dari Empat Blok Migas yang Dilelang, Satu Tak Laku

Kontrak ketiga blok tersebut akan menggunakan skema gross split.
Anggita Rezki Amelia
27 Desember 2018, 18:36
Rig
Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan pemenang lelang blok minyak dan gas bumi (migas). Dari empat blok minyak dan gas bumi (migas) yang dilelang tahun ini, ternyata ada satu yang tidak laku.

Blok yang tidak laku dilelang adalah Anambas. Sedangkan tiga blok yang laku yakni  South Andaman, South Sakakemang, dan Maratua. "Lelang tahap tiga, pemenangnya ada tiga blok migas," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar di Jakarta, Kamis (27/12).

Sebenarnya, ada enam perusahaan mengakses dokumen lelang. Akan tetapi,  mengacu hasil evaluasi hanya tiga yang memenuhi persyaratan sebagai pemenang.

Blok South Andaman dimenangkan PEARLOIL (Theralite) Limited, yakni perusahaan yang terafiliasi Mubadala. PEARLOIL akan melakukan komitmen pasti berupa studi Geologi dan Geofisika (G&G) dan seismik tiga dimensi sepanjang 500 kilometer persegi (km2) dengan total nilai US$ 2,15 juta. Bonus tanda tangan blok ini sebesar US$ 2 juta.

Advertisement

Blok South Andaman berada di lepas pantai Aceh, dengan luas 3.548,69 km2 dan kedalaman laut 100-1.500 meter. Cadangan gasnya 1.243,37 BCF dan minyak 218,92 MMBO.

Blok South Saka Kemang dimenangkan Konsorsium Talisman Java B.V dan Mitsui Oil Exploration Co.Ltd. Komitmen pasti blok ini terdiri dari G&G dan seismik 2D sepanjang 250 km dan total nilai US$ 3,05 juta. Bonus tanda tangannya sebesar US$ 2 juta. Luas area South Sakakemang yakni 2.145,11 km2 dan berada di daratan Sumatera Selatan. Cadangan blok ini 106.33 MMBO untuk minyak dan gasnya 603.91 BCF.

Adapun, PT Pertamina (Persero) menjadi pemenang Blok Maratua. Komitmen pasti blok ini terdiri dari G&G dan seismik 3D sepanjang 500 km2 dengan total nilai US$ 5,7 juta. Total bonus tanda tangan yang harus dibayar US$ 2 juta. Blok Maratua berada di darat dan lepas pantai Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat. Total luasnya 7,835.07 km2. Cadangannya untuk minyak 204.86 MMBO dan gas 890.09 BCF.

Arcandra mengatakan kontrak blok tersebut akan diteken secepatnya. Kontrak tersebut akan menggunakan skema gross split, sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 52 Tahun 2017. Untuk blok yang tidak laku, akan dilelang ulang.

Menurut Arcandra dengan adanya pemenang lelang tahap III kali ini menunjukkan bahwa lelang blok migas semakin menarik dengan gross split. "Kalau ada yang mengatakan gross split tidak cocok untuk eksplorasi ternyata hari ini laku tiga," kata dia.

Pemerintah sebenarnya sudah mengumumkan akan memberikan kemudahan kepada investor dalam lelang kali ini. Salah satunya dengan menggratiskan akses data. Sebelumnya, investor harus membayar maksimal US$ 80 ribu untuk mengakses data per satu wilayah kerja.

Namun terkait kemudahan akses data migas tersebut, menurut Arcandra belum diterapkan dalam lelang ini karena payung hukum berupa Peraturan Menteri ESDM itu belum selesai. Alhasil investor masih berlaku pembayaran data migas untuk mengakses data migas. "Tidak berlaku. Peraturan Menterinya diselesaikan dulu," kata dia.

(Baca: Gross Split Dinilai Tak Signifikan Dongkrak Daya Saing Investasi Migas)

Direktur Pembinaan Usaha Hulu Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan mengatakan ketiga perusahaan tersebut menjadi pemenang karena memenuhi kualifikasi finansial, teknis dan sumber daya manusia dalam menjalankan operasi migas. Selain itu memiliki rekam jejak yang bagus.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait