Pertamina Harap Mitra Proyek Kilang Bontang Terpilih Tahun Ini

Proyek strategis nasional bernilai US$ 8 miliar ini diharapkan bisa beroperasi 2025.
Anggita Rezki Amelia
15 September 2017, 11:43
Kilang Minyak
KATADATA
Kilang Minyak

PT Pertamina (Persero) hingga kini memang belum memutuskan mitra untuk membangun kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur. Namun, penentuan mitra untuk menggarap proyek strategis nasional ini diharapkan bisa selesai akhir tahun ini.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ardhy N. Mokobombang mengatakan saat ini pihaknya masih mengevaluasi calon mitra tersebut. "Diharapkan akhir tahun ini sudah ada partner definitif," kata dia kepada Katadata, Rabu (13/9). 

(Baca: Komisi Energi Usul Pembentukan Panja Kilang Minyak)

Penentuan mitra Kilang Bontang memang terus meleset dari target. Awal tahun ini, Pertamina pernah menargetkan pemenang akan diumumkan April. Namun mundur menjadi Juni. Alhasil, sampai sekarang mitra tersebut belum terpilih.

Di sisi lain, pembangunan kilang baru ini sempat  mendapat sorotan dari Komisi VII DPR pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pertamina bulan lalu. Anggota Komisi VII Ramson, mempertanyakan apakah proyek tersebut belum dimulai karena terkendala biaya.

Namun, menurut Ardhy yang turut dalam rapat tersebut, sampai saat ini mitra belum ditentukan karena masih berdiskusi mengenai penjualan hasil produk kilang. "Kami ingin melakukan namanya joint marketing, jadi business to business dengan calon pemenang dari kilang Bontang," kata dia di Gedung DPR, Senin (28/9).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pernah mengatakan saat ini sebenarnya ada beberapa perusahaan yang menjadi calon mitra Pertamina menggarap Kilang Bontang. Dua calon kuat tersebut berasal dari Kuwait dan Tiongkok.

(Baca: Kuwait dan Tiongkok Calon Kuat Mitra Pertamina di Kilang Bontang)

Adapun investasi untuk menggarap Kilang Bontang diperkirakan mencapai US$ 8 miliar. Nantinya hak kelola  Pertamina di kilang tersebut menjadi minoritas, yakni sekitar 5 sampai 10%. Dari data terbaru Pertamina, kilang  ini diharapkan bisa beroperasi pada 2025, undur dari jadwal sebelumnya yakni 2024.

Video Pilihan

Artikel Terkait