Pertamina Tetap Batasi Total dan Inpex 30% di Blok Mahakam

"Intinya patokan kami adalah surat dari Menteri ESDM 30%, jadi tidak bisa lebih dari itu," kata Syamsu Alam.
Anggita Rezki Amelia
16 Agustus 2017, 18:12
BLOK MAHAKAM
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yan

PT Pertamina (Persero) mulai membahas porsi hak kelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation di Blok Mahakam setelah berakhirnya kontrak di 2017. Namun perusahaan pelat merah itu tetap mematok porsi yang bisa diperoleh Total dan Inpex hanya 30%.

Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam mengatakan pembatasan 30% itu mengacu surat resmi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. "Intinya patokan kami adalah surat dari Menteri ESDM 30%, jadi tidak bisa lebih dari itu," kata dia di Jakarta, Selasa (16/8).

(Baca: Tolak Beri Insentif, Arcandra Klaim Total & Inpex Tetap Minati Mahakam)

Di sisi lain, menurut Syamsu, Total dan Inpex masih tertarik memiliki hak kelola di Blok Mahakam setelah kontrak berakhir. Mereka nantinya akan bicara dengan tim Pertamina mengenai valuasi harga hak kelola tersebut.

Syamsu mengatakan valuasi  tersebut akan mengacu nilai aset di Blok Mahakam. Jadi valuasi tersebut akan menjadi acuan bagi Total dan Inpex untuk membayar besaran hak kelola yang akan diambil. 

(Baca: Pertamina Minta Total dan Inpex Bayar Blok Mahakam Sesuai Nilai Aset)

Namun Pertamina masih enggan menjelaskan berapa nilai yang harus dibayarkan oleh kedua perusahaan itu untuk bisa ikut mengelola Blok Mahakam. Syamsu pun tak mengetahui kapan target dari proses negosiasi saham di blok tersebut akan rampung. Padahal akhir tahun ini kontrak blok Mahakam akan berakhir.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar juga mengatakan kalau Total dan Inpex masih tertarik memiliki hak kelola di Blok Mahakam. Terkait besaran hak kelola yang bisa diperoleh kedua perusahaan itu harus membahas secara bisnis dengan Pertamina.

(Baca: Pertamina Sedia Rp 3,06 Triliun untuk Mengebor 10 Sumur Eksplorasi)

Yang jelas, untuk mengelola Blok Mahakam setelah kontrak berakhir, Pertamina harus menjadi mayoritas dan bertindak sebagai operator. "Pertamina adalah operator di Mahakam kan dia yang punya. Masa diserahkan ke Total kan enggak," kata Arcandra beberapa waktu lalu. 

Video Pilihan

Artikel Terkait