Menteri ESDM Ingin Exxon Bangun SPBU di Indonesia

Menteri Jonan menyampaikan harapannya agar ExxonMobil bisa menjadikan sektor hilir sebagai lahan investasi baru di Indonesia.
Anggita Rezki Amelia
28 Juli 2017, 10:24
spbu
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong ExxonMobil membuka peluang bisnis di sektor hilir, seperti membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Apalagi ExxonMobil juga memiliki PT ExxonMobil Lubricants Indonesia yang mengembangkan sektor hilir dan petrokimia.

Keinginan pemerintah itu disampaikan dalam lawatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ke Amerika Serikat, Rabu (26/5) waktu setempat. Di sana Jonan bertemu dengan Senior Vice President (SVP) Exxon Mobil Corporation, Mark W. Albers.

Dalam pertemuan itu, Menteri Jonan menyampaikan harapannya agar ExxonMobil bisa menjadikan sektor hilir sebagai lahan investasi baru di Indonesia. “Seperti membuka SPBU atau pengembangan aromatik di Indonesia,” kata dia berdasarkan keterangan resminya, Kamis (27/7) malam.

(Baca: Aturan BBM Satu Harga Terbit, Penyalur Dapat Margin Tinggi)

Selain membahas masalah hilir, Jonan dan manajemen ExxonMobil membicarakan sektor hulu. Beberapa pokok pembahasannya antara lain kegiatan produksi di Blok Cepu (lapangan Banyu Urip dan Jambaran-Tiung Biru) serta Blok East Natuna.

Mengenai Lapangangan Banyu Urip, Menteri Jonan berharap ExxonMobil Cepu Limited (ECML) mampu meningkatkan produksi hingga 300.000 barel per hari (bph). Saat ini target produksi dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan  200.000 bph.

(Baca: Jonan Dorong ExxonMobil Tingkatkan Produksi Cepu Hingga 300.000 Bph)

Dengan peningkatan produksi, harapannya mampu memberikan efek ganda bagi daerah sekitar melalui pengembangan perusahaan nasional dan lokal. “Membuka lapangan pekerjaan hingga pengembangan masyarakat," ujar Jonan.

Menanggapi hal tersebut, pihak ExxonMobil merespon positif. Mereka segera melakukan kajian potensi pengembangan lapangan lebih lanjut.

(Baca: Lifting Minyak dan Gas Bumi Semester I 2017 Turun)

Sejak awal Januari hingga akhir Juni, produksi Lapangan Banyu Urip Cepu sudah mencapai 199.800 bph. Angka ini memang masih lebih rendah dibandingkan rencana kerja dan anggaranya yakni 200.000 bph.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait