Turun 7%, Harga Minyak Indonesia Juni Capai Level Terendah Tahun Ini

Turunnya ICP ini menurut Jonan secara nasional berdampak baik karena nilai impor bisa lebih kecil dan berpotensi menurunkan biaya pokok penyediaan pembangkitan tenaga listrik.
Arnold Sirait
4 Juli 2017, 11:42
Ladang Minyak
Chevron

Harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) periode Juni 2017 mencapai level US$ 43,66 per barel. Ini merupkan titik terendah sepanjang enam bulan terakhir.

ICP Juni ini juga turun dibandingkan dua bulan sebelumnya, yakni periode Mei US$ 47,09 per barel dan April US$ 49,56 per barel. “Kalau kami melihat sudah dua bulan terakhir ICP turun terus,” kata Jonan berdasarkan keterangan resminya, Selasa (4/7).

(Baca: RAPBN 2018, Banggar DPR Minta Asumsi Harga Minyak Lebih Tinggi)

Penurunan ICP tersebut dipicu merosotnya harga minyak dunia. Harga rata-rata minyak jenis Brent bulan Juni 2017 sebesar US$ 47,55 per barel turun dari bulan sebelumnya sebesar US$ 51,39 per barel. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun menjadi US$ 45,20 per barel dari US$ 48,54 per barel.

Penurunan harga minyak dunia tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  1. Peningkatan stok gasoline (bensin) Amerika Serikat selama Juni 2017 dibandingkan Mei 2017. Laporan Energy Information Administration (EIA), stok gasoline Juni 2017 naik 4 juta barel menjadi sebesar 241 juta barel.
  2. Peningkatan jumlah anjungan (rig) di Amerika Serikat. Data Baker Hughes Incorporated, jumlah rig Juni mencapai 33, sementara periode Mei 941 rig.
  3. Perawatan (turn around) kilang di Jepang dan kecenderungan menurunnya pertumbuhan permintaan minyak mentah di negeri tersebut. Kemudian, menurut publikasi IEA, penurunan permintaan produk minyak mentah juga terjadi di Korea Selatan dan Tiongkok.

Turunnya ICP ini menurut Jonan secara nasional berdampak baik karena nilai impor bisa lebih kecil dan berpotensi menurunkan biaya pokok penyediaan pembangkitan tenaga listrik. Di sisi lain, rendahnya harga minyak bisa menyebabkan lesunya minat investasi atau eksplorasi baru di kegiatan hulu migas.

Penurunan harga minyak mentah, ini juga yang membuat Presiden tidak  menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar per 1 Juli 2017 hingga 30 September 2017. Demikian juga harga elpiji 3 kilogram (kg) yang tidak ada kenaikan.

(Baca: Harga Premium dan Solar Tak Naik Hingga September, Pertamina Terbebani)

Dengan capaian tersebut, rata-rata harga ICP bulan Januari-Juni 2017 menjadi sebesar US$ 48,84 per barel. Adapun harga ICP bulan Januari-Juni 2017, sebagai berikut Januari US$ 51,88 per barel, Februari US$ 52,50 per barel, Maret US$ 48,71 per barel, April US$ 49,56 per barel, Mei US$ 47,09 per barel, Juni US$ 43,66 per barel.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait