Bertambah, Pemerintah Akan Lelang 14 Blok Migas Tahun Ini

Dalam lelang kali ini, pemenang wajib menggunakan skema kerja sama migas yang baru tanpa penggantian biaya operasional hulu migas dari pemerintah (cost recovery).
Anggita Rezki Amelia
30 Maret 2017, 22:41
Sumur Minyak
Chevron

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menambah jumlah wilayah kerja migas yang akan dilelang tahun ini. Awalnya kementerian menyiapkan 9 blok migas untuk lelang 2017, kini jumlahnya bertambah menjadi 14 blok. Proses lelangnya akan dibuka pada Mei mendatang.

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan 14 blok migas itu terdiri dari 10 blok migas konvensional dan empat blok migas nonkonvensional. Blok migas nonkonvensional  berada di kawasan Sumatera dan Kalimantan. (Baca: Lelang Blok Migas Nonkonvensional Tidak Laku)

Dalam lelang kali ini, pemenang wajib menggunakan skema kerja sama migas yang baru, tanpa penggantian biaya operasional hulu migas dari pemerintah (cost recovery) . ''Kami lelang pakai gross split,'' kata Wiratmaja di DPR, Jakarta, Kamis (30/3).

Meski jumlahnya lebih banyak dari yang dipersiapkan awal, blok migas yang ditawarkan dalam lelang tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 17 blok migas. Menurut Wiratmaja, jika antusiasme investor meningkat tahun ini, pemerintah akan memperbanyak jumlah blok migas pada lelang tahun-tahun berikutnya.

Kementerian ESDM memang belum mengumumkan hasil lelang blok migas 2016. Wiratmaja mengatakan kemungkinan hanya ada satu pemenang dalam lelang tahun lalu. Alasannya, mayoritas peserta lelang tidak memenuhi kriteria. Apalagi, lelang tersebut hanya diikuti oleh perusahaan-perusahaan kecil.

Sepinya peminat lelang tahun lalu menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk memperbaiki iklim invesasi di Indonesia, khususnya sektor hulu migas.  "Tahun lalu yang kami lelang ternyata tidak laku, berarti ada sesuatu yang tidak diminati oleh big player (perusahaan besar)," kata Wiratmaja.

(Baca: Jonan Sebut Harga Minyak Rendah Penyebab Lelang Blok Migas Tak Laku)

 Tahun lalu Kementerian ESDM melelang 14 blok migas melalui penawaran langsung dan lelang reguler. Proses penawaran langsung tujuh blok migas konvensional telah dibuka sejak Juli 2016 yang terdiri dari Blok Bukit Barat (offshore Kepulauan Riau), Batu Gajah Dua (onshore Jambi), Kasongan Sampit (onshore Kalimantan Tengah), Ampuh (offshore Laut Jawa), Ebuny, Onin, dan West Kaimana.

Sementara lelang regular juga ada tujuh blok, yakni South CPP (onshore Riau), SE Mandar (offshore Sulawesi Selatan-Sulawesi Barat), serta Suremana I dan Manakarra Mamuju (offshore Makassar Strait). Kemudian North Arguni dan Kasuri II (onshore Papua Barat), serta Oti (offshore Kalimantan Timur).

Selain itu, tiga blok migas nonkonvensional yang ditawarkan tahun lalu juga tidak ada yang laku. Sebagai gambaran, pemerintah melelang tiga blok dengan dua skema berbeda pada Oktober tahun lalu. Blok MNK Batu Ampar dilelang dengan skema reguler. Sedangkan untuk gas metana batu bara, Blok GMB Bungamas dan GMB Raja dilelang melalui skema penawaran langsung. 

(Baca: Lelang Blok Migas Tak Laku Bukan Gara-Gara Harga Minyak Rendah)

Dari tiga blok itu, hanya satu perusahan yang mengajukan penawaran, yakni PT Mantra Energi Services di Blok GMB Bungamas. Namun, dokumennya tidak lengkap, sehingga Kementerian ESDM menghentikan penilaian proposal penawarannya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait