Kementerian ESDM Kaji Daftar Penerima Gas Murah Usulan Kemenperin

Selain produsen, pemerintah juga memverifikasi ulang perusahaan yang diusulkan Kemenperin. Tujuannya memastikan perusahaan tersebut dapat memberikan nilai tambah atau tidak bagi perekonomian
Anggita Rezki Amelia
1 Maret 2017, 20:33
pipa gas Pertamina
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima surat rekomendasi dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait daftar perusahaan yang berhak mendapat penurunan harga gas bumi. Perusahaan  tersebut terdiri dari berbagai macam industri, seperti oleokimia, kaca , keramik , dan sarung tangan karet. 

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM I.G.N Wiratmaja Puja mengatakan pihaknya kini tengah mengkaji usulan Kemenperin tersebut. Sebelum menyetujui, kementeriannya terlebih dulu memverifikasi produsen gas dan pemasok kebutuhan industri itu.

(Baca: Berpacu Mengurai Ruwetnya Masalah Harga Gas)

Verifikasi ini melibatkan Satuan Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan kontraktor migas. Karena hal ini terkait alokasi, harga dan infrastuktur yang bisa mendukung pemberian harga gas murah kepada industri tersebut.

"Kami verifikasi produsen karena sistemnya kompleks," kata dia di Jakarta, Rabu (1/3). Selain produsen, Kementerian ESDM juga memverifikasi ulang perusahaan yang diusulkan Kemenperin. Tujuannya  memastikan perusahaan tersebut dapat memberikan nilai tambah atau tidak bagi perekonomian.

Wiratmaja berharap semua proses tersebut dapat selesai dalam waktu dekat. Kemudian hasilnya bisa dilaporkan dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

(Baca: Pemerintah Sepakat Turunkan Harga Gas untuk Industri Petrokimia)

Adapun harga gas bumi untuk empat industri tersebut akan ditetapkan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan, berdasarkan rekomendasi dari hasil rapat koordinasi tersebut. "Kami berharap (industri) bisa segera dapat insentif," kata Wiratmaja.

Mengacu Perpres 40 Tahun 2016 ada tujuh industri yang menikmati harga gas murah dari pemerintah, yakni  pupuk, petrokimia, baja, oleokimia, kaca, keramik, dan sarung tangan karet. Namun sementara ini yang baru bisa mendapatkan penurunan harga gas hanya tiga industri, yaitu pupuk, petrokimia, dan baja.

(Baca: Jokowi: Harga Gas Harus Turun!)

Hal ini kemudian mendapat sorotan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Alhasil ia pun meminta penjelasan dari jajaran kabinetnya penyebab kebijakan harga gas untuk empat industri ini belum berjalan.  Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto diperintahkan turun langsung melihat kendala yang terjadi di lapangan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait