Kris Energy Kembalikan Dua Blok Eksplorasi ke Pemerintah

Blok East Muriah dikembalikan karena tidak bisa melaksanakan komitmen sampai batas waktu yang ditentukan.
Anggita Rezki Amelia
24 Februari 2017, 13:34
Rig
Katadata

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Singapura, Kris Energy, mengembalikan dua wilayah kerjanya di Indonesia yang masih berstatus eksplorasi. Kedua wilayah kerja tersebut adalah Blok East Muriah PSC dan Blok Kutai PSC. 

Interim Chief Executive Officer Kris Energy Jeffrey S. MacDonald menyatakan, pihaknya telah mengajukan pengembalian dua blok tersebut kepada pemerintah. "Sedang menunggu persetujuan pemerintah untuk pelepasan," katanya dalam siaran pers, Jumat (24/2). (Baca: SKK Migas Akan Bereskan Proses Terminasi Blok Migas)

Masa eksplorasi Blok East Muriah berakhir 12 November 2016. Jika mengacu data SKK Migas, Kris Energy menandatangani kontrak pengelolaan blok tersebut pada 13 November 2008.

Blok East Muriah merupakan blok  lepas pantai (offshore) yang terletak di lepas pantai Jawa Timur. Kris Energy memiliki hak kelola sebesar 50 persen dan bertindak sebagai operator di Blok East Muriah dan sisanya dipegang oleh AWE Ltd.

Sementara itu, kontrak Blok Kutai ditandatangani Kris Energy dan SKK Migas pada  16 Januari 2007. Masa eksplorasi blok tersebut berakhir pada 15 Januari 2017. 

Blok ini berada di perairan Selat Makassar. Dalam kontraknya, Kris Energy berperan sebagai operator dengan hak kelola 54,6 persen. Sisanya dimiliki oleh Ophir Energy 23,4 persen dan Orchid Kutai Ltd 22,0 persen.

(Baca: Eksplorasi Minim, Cadangan Minyak Turun Hampir Empat Persen)

Direktur Pembinaan Hulu Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tunggal membenarkan jika Kris Energy mengembalikan Blok East Muriah  kepada pemerintah. Salah satu alasannya adalah batas waktu eksplorasi.

Namun, dia belum bisa berkomentar mengenai Blok Kutai. "Kalau East Muriah karena tidak bisa melaksanakan komitmen sampai batas waktu yang ditentukan," kata dia kepada Katadata, Jumat (24/2). 

Grafik: Jumlah Wilayah Kerja 2013-Juli 2016

Selama tahun 2016, Kris Energy membukukan produksi migas  sebesar 16.136 barel setara minyak per hari (BOEPD). Capaian ini meningkat 66,5 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 9.692 boepd

Rinciannya  produksi minyak sebesar 10.146 barel per hari(bph),  meningkat 190,6 persen dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 9.692 bph. Sementara produksi gas mencapai 35,9 juta kaki kubik per hari (mmscfd) , meningkat 3,5 persen dari tahun 2015 yang hanya 37,2 mmscfd.

Selain itu perusahaan mencatat selama 2016 pendapatan perusahaan sebesar US$ 142,8 juta , meningkat 137, 4 persen dari tahun sebelumnya. "Operasi Grup mencatat 1.676.462 jam kerja pada tahun 2016 tanpa cedera waktu yang hilang," kata Jeffrey. (Baca: Pemerintah Kaji Teknologi EOR untuk Pacu Produksi Migas)

Selain melepas Blok East Muriah dan Kutai,  Kris Energy juga melepas blok 105 di Vietnam. Blok tersebut juga merupakan blok eksplorasi dan habis kontraknya pada 2 Februari 2017.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait