Shell Minta Tiga Insentif ke Pemerintah untuk Pengembangan Blok Moa

"Mereka minta insentif tapi perlu tahu dulu basis dan insentifnya seperti apa. Kami bahas dan analisa," kata Arcandra.
Anggita Rezki Amelia
Oleh Anggita Rezki Amelia
9 Oktober 2017, 13:03
Rig
Katadata

Perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Belanda, Shell mengajukan beberapa insentif untuk pengembangan Blok Moa di Maluku. Hal tersebut disampaikan ketika Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berkunjung ke kantor pusat Shell di Belanda awal September lalu.

Arcandra menyebutkan ada tiga permintaan insentif yang disampaikan Shell pada saat itu. Pertama, mereka meminta investment credit yakni tambahan pengembalian biaya modal dalam jumlah tertentu, yang berkaitan langsung dengan fasilitas produksi.

Kedua, pembebasan kewajiban menjual migas ke dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO holiday). Ketiga, percepatan depresiasi.

Salah satu alasan Shell meminta insentif tersebut lantaran Blok Moa berada di area laut dalam. "Mereka minta insentif tapi perlu tahu dulu  basis dan insentifnya seperti apa. Kami bahas dan analisa," kata Arcandra di Kementerian ESDM akhir pekan lalu.

Di sisi lain, menurut Arcandra risiko yang dihadapi untuk mengelola blok laut dalam di Indonesia berbeda dengan di negara seperti Meksiko. Bahkan risiko yang dihadapi kontraktor jika mengelola blok migas di laut dalam Indonesia bisa tergolong lebih kecil.

Salah satu risiko terbesar yang ada di Meksiko adalah badai seperti tornado. Sedangkan di Indonesia, ancaman badai tersebut tidak ada.  Alhasil biaya yang dibutuhkan kontraktor mengelola blok laut dalam di Indonesia bisa lebih rendah dibandingkan Meksiko.

Untuk itu, Arcandra mendorong agar Shell bisa lebih efisien mengelola Blok Moa. "Deep water di Indonesia secara lingkungan masih ringan, tidak ada hurricane. Di Meksiko ada hurricane, tentu costnya bisa lebih mahal," kata dia.

Blok Moa merupakan blok migas konvensional yang dilelang Kementerian ESDM pada 2014 lalu. Blok ini dimenangkan oleh Shell. Kontrak blok ini ditandatangani pada 2015 lalu.

Saat ini blok tersebut masih dalam tahap eksplorasi. Blok ini berada di pulau Moa Selatan, Provinsi Maluku. Lokasi blok tersebut berada di kedalaman laut 1.500 hingga 2.700 meter. 

Video Pilihan

Artikel Terkait