Konsorsium China Railway Akan Garap Kereta Cepat

Sebagai sumber pembiayaan pemerintah Cina telah menunjuk China Development Bank CDB untuk memimpin struktur pendanaan proyek besar ini
Image title
Oleh
27 April 2015, 12:18
Katadata
KATADATA

KATADATA ? Pemerintah Indonesia telah bersepakat dengan Cina untuk menggarap studi kelayakan kereta cepat (High Speed Railway) rute Jakarta?Bandung. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) proyek ini dengan delegasi Cina, di sela-sela Konferensi Asia Afrika beberapa waktu lalu.

Dalam dokumen MoU tersebut, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menunjuk konsorsium BUMN yang dipimpin oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk melakukan studi. Konsorsium ini juga beranggotakan PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT LEN (Persero), PT Industri Kereta Api (INKA), dan juga PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Pemerintah Cina juga telah menunjuk konsorsium China Railway untuk bekerja bersama konsorsium Indonesia untuk menggarap proyek ini. Konsorsium Cina ini beranggotakan China Railway International  Co. Ltd., China Railway Group Limited, Sinohydro Cororation Limited,  The Third Railway Surrey and Design Institute Group Corporation, China Academy of Railway Sciences, CSR Corporation Ltd., dan China Railway Signal and Communication Corp.

Sebagai sumber pembiayaan, pemerintah Cina telah menunjuk China Development Bank (CDB) untuk memimpin struktur pendanaan proyek besar ini.

Advertisement

Selain itu, dalam MoU juga disebutkan kesediaan konsorsium Cina untuk membuat kereta api berkecepatan 350 kilometer per jam. Desainnya sesuai standar teknis dan menggunakan peralatan Cina, berdasarkan model kerjasama yang disepakati.

?Kedua pihak (Indonesia dan Cina) sepakat untuk berkolaborasi dalam aspek desain, pengadaan, konstruksi, pendanaan, manajemen transportasi, dan perawatan proyek, juga pelatihan staf pengoperasian dan perawatan, pembangunan kapasitas, dan pembuatan peralatan perkeretaapian  secara lokal bagi kereta cepat Indonesia,? demikian bunyi poin keempat dari isi pokok MoU tersebut, yang dikutip Katadata, Senin (27/4).

Saat ini Cina telah memulai studinya, terkait volume penumpang, tarif, pemilihan lokasi, pemilihan rute, konfigurasi peralatan utama, biaya konstruksi, biaya pengoperasian, serta manajemen operasionalnya. Konsorsium Cina wajib menyelesaikan studi tersebut sebelum 20 Juli 2015.

Sementara konsorsium Indonesia berkewajiban untuk memberikan data dan informasi untuk dasar studi kelayakan tersebut, paling lambat 8 Mei. Data-data tersebut berisi peta topografi, data geologi, seismik dan hidrologi, peta penggunaan rel kereta api dan jalan tol yang sudah ada, data populasi, data ekonomi, perencanaan perkotaan Jakarta dan Bandung, serta perencanaan Mass Rail Transit System (MRT).

Penandatanganan perjanjian ini dibuat setelah pihak Jepang yang diwakili oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelesaikan studi kelayakan tahap pertama kereta cepat dengan rute yang sama. Hasil studi tersebut memperkirakan proyek ini akan memakan biaya Rp 60 triliun.

Untuk pembiayaannya, JICA merekomendasikan pembuatan BUMN khusus kereta cepat, karena BUMN ini akan menanggung 74 persen pembiayaan. Sisanya sebanyak 16 persen ditanggung pemerintah dan 10 persen dari pihak swasta.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait