Pendapatan Penduduk RI Lebih Setara Ketimbang Malaysia

Bahkan posisi Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat yang berada di peringkat 41 yang penduduknya mengalami ketimpangan
Image title
Oleh
18 Agustus 2014, 18:54
Tenaga Kerja
Arief Kamaludin|KATADATA
KATADATA | Arief Kamaludin

KATADATA ? Ketimpangan pendapatan penduduk selama 10 tahun administrasi Susilo Bambang Yudhoyono mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio gini Indonesia meningkat dari 36,3 pada 2005 menjadi 41,3 pada 2013.

Rasio gini adalah ukuran pemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. Rasio gini diukur berdasarkan skala 0-100. Negara yang tingkat kesetaraannya sempurna akan memiliki indeks rasio gini 0, sedangkan yang mengalami ketimpangan sempurna indeks rasio gininya sebesar 100.

Di antara negara-negara dunia, Indonesia termasuk negara yang memiliki ketimpangan tinggi. Namun peringkat Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara-negara tetangga.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Central Intelligence Agency (CIA), indeks rasio gini Indonesia berada di posisi 82. Ini lebih baik dari Singapura dan Malaysia yang masing-masing berada di posisi 32 dan 33. Bahkan posisi Indonesia lebih baik dari Amerika Serikat yang berada di peringkat 41 negara yang penduduknya mengalami ketimpangan.

Namun dibandingkan Laos dan Timor Leste, ketimpangan yang terjadi di Indonesia jauh lebih tinggi.

Dari data tersebut, peringkat atas negara-negara yang tingkat pendapatan penduduknya timpang berasal dari negara-negara di Afrika dan negara-negara di dunia ketiga. Sementara negara-negara yang maju, tingkat pendapatan penduduknya semakin setara.

(Baca: Kelas Menengah Bertambah, Tapi Kesenjangan Makin Lebar)

Berikut daftar negara-negara di Asia Tenggara dengan tingkat ketimpangan paling tinggi berdasarkan data yang dirilis CIA. 

Reporter: Aria W. Yudhistira
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait