Beda Cara Prabowo dan Jokowi Pangkas Subsidi BBM

Tim Prabowo mengedepankan pemangkasan subsidi BBM dengan membatasi subsidi untuk kaya sedangkan tim Jokowi memprioritaskan energi murah dengan BBG
Image title
Oleh
5 Juni 2014, 08:36

KATADATA - Dua pasang calon presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto - Hatta Rajasa dan Jokowi Widodo - Jusuf Kalla memiliki cara dan strategi yang berbeda dalam mengendalikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus melonjak dan membebani anggaran negara.

Pasangan Prabowo-Hatta, menurut Ketua Tim Kebijakan dan Program, Dradjad Wibowo akan memprioritas kebijakan pembatasan BBM bersubsidi bagi orang kaya melalui mekanisme pajak dan cukai. Subsidi BBM akan tetap diberikan, namun hanya untuk orang miskin.

"Target kami, pada 2019, tidak ada lagi subsidi BBM untuk orang kaya," ujar Harry Azhar Azis, anggota tim ekonomi pasangan Prabowo-Hatta menambahkan paparan Dradjad.

Sedangkan, Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla lebih mengandalkan kebijakan energi murah untuk mengurangi subsidi minyak. Menurut Darmawan Prasodjo, Tim Energi Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, dengan menggunakan bahan bakar gas untuk menggantikan BBM akan berdampak besar bagi pengurangan subsidi BBM.

"Dengan kebijakan konversi BBM ke BBG yang didukung oleh seluruh komponen bangsa, kami yakin dalam waktu dua tahun, proporsi penggunaan energi murah (BBG) bisa mencapai 30-40 persen," kata Darmawan.

Baca dan Unduh riset lengkap: Ancaman Krisis Minyak bagi Pemerintah Baru

Reporter: Agus Dwi Darmawan, Muhammad Kahfi, Safrezi Fitra
Editor: Arsip
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.