Di Pasar Hedging, Kurs Rupiah Tembus 10.900

Penulis:

Editor:

10/6/2013, 10.10 WIB

Ekspektasi pelaku pasar terhadap kinerja perekonomian Indonesia terus menurun

dollar
KATADATA
KATADATA

KATADATA ? Ekspektasi pelaku pasar terhadap kinerja perekonomian Indonesia terus menurun. Ini terlihat dari terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan lindung nilai (hedging) atau pasar forward untuk 12 bulan ke depan.

Mengacu pada data Bloomberg, dalam sebulan terakhir, nilai rupiah untuk pemesanan 12 bulan ke depan sudah melemah 7,01 persen menjadi Rp 10.910 per dolar AS pada perdagangan Senin 10 Juni 2013, dan menjadi pelemahan tertinggi sejak akhir 2009. Nilai kurs rupiah tersebut lebih tinggi dari nilai rupiah di spot pasar uang yang sudah berada di level Rp 10.087 per dolar.

Berdasarkan data tersebut, terlihat nilai tukar rupiah di pasar spot juga melemah 2,8 persen dalam satu minggu dari Rp 9.808 menjadi Rp 10.087 per dolar AS. Untuk pasar forward berjangka waktu satu bulan, kurs rupiah melemah  3,5 persen dari Rp 9.990 menjadi Rp 10.347 per dolar AS. Untuk pasar berjangka tiga bulan, juga melemah sekitar 3,6 persen menjadi Rp 10.459 per dolar AS. Pelemahan lebih besar terjadi di pasar forward untuk jangka waktu enam bulan, yakni melemah 4 persen menjadi Rp 10.610 per dolar AS.

Pelemahan disebabkan adanya kekhawatiran atas situasi perekonomian Indonesia, terutama akibat belum pastinya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Di sisi lain, neraca perdagangan Indonesia selama empat bulan 2013 mengalami defisit US$ 1,85 miliar. Defisit neraca perdagangan terutama disebabkan defisit produk minyak dan gas (migas) hingga US$ 4,57 miliar akibat impor BBM.

Belum pastinya kenaikan harga BBM juga dapat mendorong defisit anggaran negara akibat adanya disparitas harga minyak di dalam negeri. Pada tahun ini, defisit APBN diperkirakan tembus level 2,5 persen.



Selain itu, pelemahan rupiah juga didorong oleh langkah investor asing yang melepas kepemilikan atas obligasi negara. Antara rentang 27 Mei sampai 5 Juni 2013, asing telah melepas kepemilikan obligasi negara sebesar Rp 4,96 triliun, dari Rp 305,26 triliun menjadi Rp 300,05 triliun.

Sementara Bank Indonesia dalam keterangannya menyebutkan, cadangan devisa hingga akhir Mei 2013 turun sebesar US$ 2,1 miliar dari US$ 107,269 miliar pada akhir April menjadi US$ 105,149 miliar pada akhir Mei. Penurunan disebabkan BI mesti melakukan intervensi pasar untuk menjaga nilai tukar rupiah.

Reporter: Redaksi

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan