Pertamina EP Temukan Cadangan Baru Gas di Papua Barat

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

Kamis 23/3/2017, 11.32 WIB

Dengan temuan ini, Pertamina EP berharap bisa mengikuti jejak BP Tangguh yang berhasil memproduksi LNG di Papua.

Pertamina
Katadata | Arief Kamaludin

PT Pertamina EP berhasil menemukan indikasi cadangan baru minyak dan gas bumi (migas) di Papua Barat. Temuan ini merupakan hasil kegiatan pemetaan atau survei seismik 2D Kupalanda yang telah diselesaikan tahun lalu.

Pelaksana tugas Harian Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, temuan cadangan itu banyak didominasi gas bumi. Namun, temuan tersebut masih terus dievaluasi oleh Pertamina EP.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

(Baca: Pertamina EP Siapkan Rp 10 Triliun Cari Tambahan Cadangan Migas)

Evaluasi ini diharapkan dapat berjalan baik. Jika tidak ada aral melintang selama proses evaluasi, Pertamina EP akan mulai melakukan pengeboran sumur eksplorasi tahun depan. Tujuannya untuk membuktikan besaran temuan cadangan gas bumi di Kupalanda.

Lokasi survei Kupalanda ini berdekatan dengan kilang gas alam cair (LNG) Tangguh yang dioperasikan BP Indonesia dan Blok Kasuri yang di kelola Genting Oil. Dengan temuan ini, Nanang  berharap bisa mengikuti jejak BP Tangguh yang berhasil memproduksi  LNG di Papua. "Mudah-mudahan, karena sudah beberapa terbukti bahkan sudah jadi LNG di Tangguh," kata dia di Jakarta, Rabu (22/3).

Ia belum bisa menentukan jadwal produksi gas tersebut. Hal ini tergantung dari pembuktian cadangan dari kegiatan eksplorasi. Jika mengacu pengalaman, Tangguh baru berproduksi 15 sampai 20 tahun. Namun, jika temuan gas di Kupalanda besar maka produksi bisa lebih cepat.

(Baca: Lima Proyek Migas Pertamina EP Menunggu Restu SKK Migas)

Di sisi lain, Nanang mengakui tidak mudah melakukan kegiatan pengeboran di wilayah Kupalanda. Alasannya, lokasinya  90 persen berupa rawa-rawa dan juga sungai. Alhasil membutuhkan pemakaian instalasi pengeboran yang sesuai dengan kondisi lapangan. "Opsinya pakai Chopper heli rig (rig yang umumnya dipakai untuk pengeboran lepas pantai)," kata dia.

Public Relations Manager Pertamina EP Muhammad Baron pernah mengatakan, seismik 2D Kupalanda ini sudah dimulai sejak Desember 2015. Perkiraan anggaran kegiatan ini mencapai US$ 16 juta atau sekitar Rp 217,56 miliar.

Pemetaan tersebut meliputi lintasan sepanjang 431 kilometer (km), mencakup dua kabupaten yaitu Kabupaten Sorong Selatan yang masuk ke wilayah Distrik Kokoda dan Kabupaten Teluk Bintuni yang terdiri dari empat distrik yakni Distrik Kamundan, Distrik Wiriagar, Distrik Tomu dan Distrik Aranday.

(Baca: Pertamina EP Siapkan Rp 217 Miliar Cari Cadangan Migas di Papua)

Adapun lokasi Kupalanda masuk dalam aset lima Pertamina EP. Di aset lima terdiri dari lima lapangan yakni Sangata, Bunyu, Sangasanga, Tanjung, Tarakan, dan Papua. 

Kuis Katadata

Dunia Anak-Anak

Uji pengetahuan Anda mengenai Hari Anak dan dapatkan kesempatan memenangkan hadiah menarik dari Zurich senilai Rp. 250.000