Menperin Dukung Pembangunan Perumahan di KEK Bekasi

Penulis: Miftah Ardhian

Editor: Pingit Aria

6/11/2017, 15.33 WIB

Jika wacana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bekasi lolos, Meikarta bisa mendapat fasilitas kemudahan investasi.

Airlangga Hartarto
Arief Kamaludin|KATADATA
Menperin, Airlangga Hartarto di Tangerang, Banten, Kamis, (10/08)

Pemerintah tengah mengkaji pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Dengan banyaknya industri yang telah tumbuh di wilayah itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menilai perlunya dibangun perumahan yang memadai.

Airlangga menjelaskan, kontribusi industri terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Jawa Barat mencapai 42%. Hal ini menyebabkan Jawa Barat disebut sebagai provinsi industri.

"Jadi kawasan itu masyarakatnya sudah 11 juta (jiwa). Membutuhkan tata ruang dan harus didukung perumahan yang memadai," ujar Airlangga saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (6/11).

Dengan pertumbuhan industri yang mencapai 5,51%, lalu lintas pun semakin padat. Airlangga mencontohkan, lalu lintas dari Cikarang ke Pelabuhan hanya bisa dilakukan dalam satu rit, tidak bisa dua kali.

(Baca juga:  Bos Lippo Ikut Rapat di Kantor Luhut Bahas KEK Bekasi-Purwakarta)

Hal inilah yang menurut Airlangga mendasari wacana pembangunan KEK. Sebab, dengan begitu pembangunan infrastruktur seperti Pelabuhan Patimban dan Bandara Kertajati pun akan lebih mudah.

Selain itu, dengan pembangunan KEK di wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta ini, dapat semakin mempermudah pengembangan industri yang ada. "Jadi industrinya itu ada otomotif, elektronik, tekstil, dan industri makanan dan minuman yang menonjol," ujar Airlangga.

Dirinya menambahkan, pembangunan KEK ini juga bertujuan untuk meningkatkan interkoneksi antar kawasan. Hanya, Airlangga mengatakan, pembangunan KEK ini masih sebatas wacana.

Sebelumnya, pemerintah memang mengkaji pembangunan KEK (KEK) di wilayah Kabupaten Bekasi, Karawang, dan Purwakarta. Megaproyek Meikarta milik Grup Lippo merupakan salah satu proyek yang termasuk di KEK tersebut dan bakal mendapatkan fasilitas kemudahan investasi.

(Baca juga:  Meikarta Masuk KEK Bekasi, Bakal Dapat Kemudahan Investasi)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, rencana kajian ini dilakukan pasca Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (26/10) lalu.

Dalam pertemuan hampir tiga jam yang juga dihadiri CEO Lippo Grup James Riady, Kadin meminta agar pemerintah mengkaji opsi menjadikan wilayah Bekasi, Karawang, dan Purwakarta sebagai KEK.

Jokowi yang menyetujui usulan tersebut kemudian menunjuk Luhut untuk mengkoordinasikan rencana Kadin. Tiga hari kemudian, pada Minggu, 29 Oktober, Luhut menghadiri topping off  dua tower Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

"Setelah itu hari Minggu saya melihat dengan helikopter daerah itu dan saya singgah di salah satu model di Meikarta. Kemudian hari Senin, Deputi III (Bidang Koordinasi Infrastruktur, Ridwan Djamaluddin) saya minta melakukan preliminary dengan Kadin dan instansi terkait," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Kamis (2/11). 

Reporter: Miftah Ardhian

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan