Demonstrasi di Istana, Pengojek Online Protes Tarif Terlalu Murah

Penulis: Pingit Aria Mutiara Fajrin dan Ameidyo Daud Nasution

23/11/2017, 19.10 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berjanji akan menjadi mediator antara para pengemudi dengan penyedia aplikasi ojek online.

Sejumlah pengemudi ojek berbasis aplikasi daring (online) menggelar unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta. Mereka menuntut pemerintah lebih tegas mengatur penyelenggaraan layanan transportasi ojek online agar tarif yang ditetapkan oleh penyedia aplikasi tidak terlalu murah. 

Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan menyatakan, peserta dalam unjuk rasa ini mencakup pengemudi Go-Jek, Grab dan Uber. "Sekitar seribu orang yang unjuk rasa," kata Azas yang turut dalam unjuk rasa tersebut saat dihubungi, Kamis (23/11). 

Salah satu tuntutan mereka adalah agar pemerintah dengan tegas menentukan tarif dasar ojek online, bukan hanya taksi online. Dengan demikian, perusahaan tidak seenaknya untuk menurunkan tarif.

(Baca juga: Go-Jek Rilis Go-Bills untuk Bayar Aneka Tagihan Listrik dan BPJS)

Azas menyebut, awalnya tarif rata-rata yang dibayarkan perusahaan ojek online ke mitra pengemudinya sebesar Rp 4 ribu per kilometer. Kini, angka itu terus turun hingga hanya Rp 1.600 per kilometer. “Ini tidak manusiawi,” ujarnya.

Selain itu, para pengemudi ojek online ini juga meminta pemerintah memberikan kepastian hukum agar mereka tak lagi mengalami intimidasi dari pengemudi angkutan umum lain di daerah.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjanjikan mediasi antara pengemudi ojek online dengan para penyedia aplikasinya. Namun dirinya masih menunggu laporan resmi dari Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi. "Kami akan mendiasi mereka dengan aplikatornya," ujar Budi di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (23/11).

(Baca juga: Survei Uber: Warga Jakarta Kena Macet 90 Menit Setiap Hari)

Budi menyatakan, sejumlah regulasi menyangkut ojek online akan dibahas pada tahun depan. Ia juga akan menggelar sejumlah diskusi untuk meminta masukan terkait aturan yang akan dibuat dari sejumlah pihak terkait, termasuk para penyedia aplikasi, maupun mitra pengemudinya. "Jadi kami buat kertas kerjanya dulu dengan diskusi," ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan