Kementerian ESDM Serahkan Penyelesaian Sengketa Kepodang ke SKK Migas

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

7/12/2017, 12.00 WIB

"Kasus Kepodang adalah dispute bisnis terkait perjanjian kontrak sehingga penyelesaiannya tugas domain SKK Migas," kata Dadan.

Kementerian ESDM
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan penyelesaian kondisi kahar Lapangan Kepodang di Blok Muriah kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Alasannya ini adalah perselisihan mengenai bisnis kontraktor migas.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, masih menunggu laporan dari SKK Migas terkait penyelesaian kasus Kepodang. "Kasus Kepodang adalah dispute  bisnis terkait  perjanjian kontrak sehingga penyelesaiannya tugas domain SKK Migas," kata dia kepada Katadata.co.id, Rabu (6/12).

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabwa Taher mengatakan saat ini masih menyelesaikan pembahasan mengenai kajian Lemigas mengenai Lapangan Kepodang. “Kami masih memfinalkan pembahasan terhadap hasil kajian dari Lemigas, terutama scope yang digunakan selama penelitian Lemigas tersebut,” ujar dia beberapa hari lalu.

Seperti diketahui, 8 Juni 2017 lalu, Petroliam Nasional Berhad (Petronas) sudah menyampaikan adanya kondisi kahar di Lapangan Kepodang, Blok Muriah. Keadaan kahar merupakan kejadian di luar kemampuan manusia dan tidak dapat dihindarkan. Sehingga jika itu terjadi maka kegiatan tidak dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Senior Manager Corporate Affairs&Administration Petronas Carigali Indonesia Andiono Setiawan mengatakan keputusan itu diambil setelah melalui penilaian dan kinerja yang telah dilakukan. Hasil penilaian itu menyebutkan dari delapan sumur yang dibor sampai saat ini menunjukkan cadangan yang ada di lapangan itu telah habis.

Senior Manager Corporate Affairs&Administration Petronas Carigali Indonesia Andiono Setiawan mengatakan kondisi kahar tersebut telah disampaikan sejak 8 Juni 2017 lalu. Keputusan itu diambil setelah melalui penilaian dan kinerja yang telah dilakukan.

Hasil penilaian itu menyebutkan dari delapan sumur yang dibor sampai saat ini menunjukkan cadangan yang ada di lapangan itu telah habis. Untuk itu saat ini perusahaan membahas kelanjutan blok tersebut dengan pemerintah. “Kami bekerja bersama dengan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” kata dia kepada Katadata, Jumat (7/7).

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) juga pernah mengkaji cadangan yang ada di Lapangan Kepodang. Hasilnya, cadangan in place Lapangan Kepodang diketahui sebesar  107 BSCF. Sedangkan menurut Petronas, cadangan in house, 94 BSCF.

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh Katadata.co.id, PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) yang memiliki pipa untuk menyalurkan gas dari lapangan itu tidak menerima hasil kajian itu. Mereka menginginkan agar jumlah cadangan di Lapangan Kepodang itu lebih dari 107 BSCF. "Kondisi kahar belum bisa disepakati bersama," ujar sumber tersebut beberapa waktu lalu. 

Sumber  yang lain juga mengatakan, KJG menilai lingkup kajian yang dilakukan Lemigas di Lapangan Kepodang ditentukan sepihak oleh Petronas sebagai operator. Mereka dibatasi hanya untuk memverifikasi jumlah cadangan yang ada.

Sedangkan KJG menginginkan audit itu dilakukan secara keseluruhan mulai dari rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD) hingga sertifikasi ulang wilayah kerja Muriah. Jadi bukan hanya untuk sumur di Lapangan Kepodang.

Bahkan operator pipa yang akan mengalirkan gas dari Kepodang ini meminta audit pola operasi Petronas. “Menurut KJG, hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah Lapangan Kepodang ada kondisi kahar, atau memang ada masalah teknis dan administrasi,” ujar sumber yang mengetahui permasalahan tersebut, Rabu (29/11).

(Baca: KJG dan Petronas Dikabarkan Berselisih soal Kajian Kahar Kepodang)

Pihak KJG juga menilai pengeboran itu delapan sumur itu juga belum cukup. Alasannya itu dilakukan di satu lokasi. Sedangkan karakteristik gas di Kepodang ada di dalam beberapa sekat. Petronas juga seharusnya mengebor 10 sumur sesuai rencana pengembangan lapangan (Plan of Development/PoD).

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan