Inflasi Mengancam, Satgas Pangan Peringatkan Kartel Bahan Pokok

Penulis: Michael Reily

Editor: Pingit Aria

11/12/2017, 14.54 WIB

Bank Indonesia merilis survei inflasi pada pekan pertama Desember 2017 yang lebih tinggi dibandingkan bulan lalu.

Pasar Inflasi
Arief Kamaludin | KATADATA
Pedagang sayur mayur di Kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, (21/01).

Peningkatan permintaan bahan pokok menjelang hari Natal dan Tahun Baru membuat pemerintah hingga polisi waspada. Sebab, kenaikan harga yang terjadi bisa memicu inflasi.

Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian memastikan, stok bahan pokok cukup hingga akhir tahun. Namun, terjadi kendala dalam proses pendistribusian ke daerah-daerah.

Oleh karena itu, Tito menggerakkan Satuan Petugas (Satgas) Pangan secara intensif. “Kami akan melakukan pengawasan ketat di daerah, ada Satgas Pangan tingkat pusat, ada tingkat daerah,” katanya usai konferensi jarak jauh dengan anggota kepolisian daerah di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Senin (11/12).

Pemantauan kenaikan harga dilakukan bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf.

(Baca juga: Aturan Mendag soal HET Tak Efektif, Beras Masih Dongkrak Inflasi)

Tito juga mewaspadai perilaku curang para pelaku usaha. Menurutnya, hari raya keagamaan dan akhir tahun biasa dimanfaatkan oleh para pedagang untuk mengambil keuntungan berlebih. “Saya sampaikan pesan untuk kartel bahan pokok supaya jangan bermain harga,” ujar Tito.

Sementara Ketua Satgas Pangan, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengungkapkan, fokus pengawasan utama dilakukan di tujuh daerah dengan penduduk mayoritas Nasrani yang merayakan Natal, yakni Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, Sulawesi Utara, Papua Barat, Maluku, Kalimantan Barat, dan Sumatera Utara.

Selain itu, pengawasan di wilayah padat penduduk seperti Jawa tetap akan dilakukan karena dampak pergerakan harga di daerah ini akan lebih signifikan terhadap inflasi. “Pulau Jawa harus dipantau karena menentukan, kalau terganggu pasti daerah di luar Pulau Jawa akan terganggu,” kata Setyo.

(Baca: Inflasi November Melonjak, Pemerintah Proyeksi Akhir Tahun Capai 3,1%)

Ia juga mengaku sudah memberikan arahan kepada Satgas Pangan untuk antisipasi lonjakan harga. Kecurangan pedagang bakal ditindak tegas dengan sanksi pidana dengan menggunakan Undang-Undang (UU) Pangan dan UU Persaingan Usaha.

Setyo juga menjelaskan Satgas Pangan akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam pengawasan. Tujuannya untuk memeriksa kualitas bahan pokok dan keamanan pangan.

Selain itu, Setyo mengaku telah memberikan petunjuk supaya bawahannya segera memberikan laporan jika terjadi lonjakan harga atau kekurangan stok. “Operasi pasar bakal mengarah ke seluruh daerah,” tuturnya.

Kementerian Perdagangan pun menyatakan telah mengambil langkah antisipasi. Tjahya menjelaskan operasi pasar telah dilakukan secara serentak ke semua daerah.

Menurutnya, potensi kenaikan permintaan tidak hanya terjadi di daerah perayaan, namun keseluruhan. “Beberapa waktu lalu sudah dimulai, sekarang kita akan intensifkan lagi,” kata Tjahya.

Grafik: Laju Inflasi Tahunan Beberapa Negara Oktober 2017
Laju Inflasi Tahunan Beberapa Negara Oktober 2017

Sementara, Amran mengungkapkan pasokan 11 komoditas bahan pokok strategis berada dalam posisi aman hingga akhir tahun. Ia juga mengklaim harga stabil untuk 2017.

“Kita menstabilkan harga tanpa impor beras, bawang merah, jagung, dan cabai segar,” jelas Amran. Namun, ia mengaku masih harus mengimpor stok kedelai, daging, dan gula dari luar negeri.

Sebelumnya, berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI), inflasi minggu pertama Desember mencapai 0,41%. Inflasi pada awal Desember ini lebih tinggi dari inflasi November sebesar 0,2%.

Penyebab kenaikan inflasi karena dipengaruhi kenaikan harga pangan. "Angka sementara survei pemantauan harga, minggu pertama Desember 0,41% (month to month/mtm)," kata Asisten Gubernur BI Dody Budi Waluyo, akhir pekan lalu.

Angka tersebut lebih tinggi ketimbang inflasi November 2017 yang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 0,20%. Kelompok pangan yang mengalami kenaikan di antaranya cabai merah, daging ayam, dan telur ayam.

(Baca juga: Cuaca Ekstrem Kerek Harga Pangan, Inflasi November Capai 0,20%)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan