Menteri PUPR Sebut Komponen Impor Proyek Tol dan Bendungan di Bawah 5%
Rencana pengurangan impor pada proyek infrastruktur di Kementerian Perhubungan tidak serta merta dilakukan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Penggunaan komponen impor pada proyek infrastruktur di kementerian ini masih cukup kecil.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) proyek jalan tol dan bendungan cukup besar, komponen impornya rata-rata tidak lebih dari 5%. Mayoritas bahan baku yang digunakan dua proyek tersebut, seperti baja dan beton, berasal dari dalam negeri.
"Saya juga tidak mendapatkan perintah evaluasi proyek (dari Presiden Jokowi)," kata Basuki di Jakarta, Rabu (1/8). (Baca: BPJT Klaim Jalan Tol Tak Masuk Proyek yang Dihentikan Pemerintah)
Material impor, kata Basuki, biasanya hanya digunakan untuk pekerjaan yang lebih canggih, seperti pemantauan proyek. Ada juga keterlibatan beberapa tenaga kerja asing (TKA) dalam pembangunan bendungan, salah satunya dari Korea Selatan. Namun, fungsi TKA tersebut hanya untuk supervisi pekerjaan fisik.
Basuki menambahkan mayoritas pembangunan tol yang menggunakan pinjaman asing. Namun, utang ini tidak mensyaratkan penggunaan material dari negara pemberi kredit. Ini karena rata-rata pinjaman merupakan utang biasa (reguler) dan bukan jenis yang mensyaratkan kontraktor atau bahan baku dari luar negeri.
(Baca: Impor Tekan Rupiah, Ekonom: Perbanyak Produk Lokal Buat Infrastruktur)
Satu-satunya yang berkemungkinan memberikan persyaratan lebih ketat adalah utang Jepang untuk pembangunan tol Padang - Sicincin. Namun, hal tersebut dapat diantisipasi lantaran proyek belum dimulai seluruhnya. "Jadi kami ikutkan kontraktor nasional juga, lalu beton dari pabrik di Padang," kata dia.
Berbeda dengan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan berencana mengevaluasi proyek-proyek infrastruktur di bawahnya, terutama yang memiliki komponen impor besar. Langkah ini diambil untuk mengurangi impor barang untuk kebutuhan proyek infrastruktur, yang membebani neraca pembayaran Indonesia.
(Baca: Jokowi Peringatkan Kabinetnya Serius Atasi Kebutuhan Dolar)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan menyasar penggunaan komponen lokal lebih banyak dalam tiga proyek infrastruktur. Ketiga infrastruktur tersebut adalah proyek Pelabuhan Patimban, Proyek Kereta Semicepat Jakarta - Surabaya, serta Proyek Mass Rapid Transit East - West Jakarta. Menurut Budi penggunaan komponen lokal pada tiga proyek ini masih bisa ditambah.
"Saya memang inventarisir, tapi biasanya untuk proyek yang akan datang semua," ujar Budi. (Baca: Kurangi Impor, Menhub Perbesar Komponen Lokal di 3 Proyek Transportasi)
