Bonus Go-Jek bagi Peraih Emas Asian Games

Penulis: Desy Setyowati

Editor: Pingit Aria

Kamis 6/9/2018, 19.40 WIB

Go-Jek memberikan tiga layanan gratis selama setahun bagi para atlet peraih medali emas dalam Asian Games 2018.

Go-Jek
Go-Jek
Chief of Corporate Affairs GO-JEK Nila Marita (kanan) dan VP Driver Community Jaka Wiradisuria (kiri) menjelaskan manfaat yang bisa didapatkan oleh para mitra pengemudi melalui Program Go-Jek Swadaya di Jakarta, Selasa (31/7)

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Go-Jek memberikan bonus kepada para atlet peraih medali emas dalam Asian Games 2018. Bonus itu berupa saldo Go-Pay, voucher Go-Life, dan Go-Points yang cukup untuk setahun.

Hanya, Chief of Corporate Affairs Gojek Nila Marita tidak menyebutkan besaran nilai dari ketiga layanan gratis tersebut. "Kami berharap para atlet peraih emas bisa menikmati berbagai layanan di ekosistem Go-Jek yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari mereka,” ujar dia dalam siaran pers, Kamis (6/9).

Ia menjelaskan, pemberian layanan gratis tersebut merupakan wujud terima kasih kepada pemerintah yang sukses menyelenggarakan Asian Games 2018. "Semangat tinggi seseorang untuk berprestasi dan meraih yang terbaik dapat menjadi inspirasi dan membawa manfaat positif bagi banyak orang,” kata dia.

Selain memberikan layanan gratis, Go-Jek menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna mengirimkan karangan bunga kepada atlet pemenang medali emas favoritnya. Ada lebih dari 97 ribu submission untuk memberikan karangan bunga kepada pemenang medali emas Asian Games 2018 melalui aplikasi Go-Jek. "Ini mencerminkan antusiasme yang tinggi untuk memberikan apresiasi," ujarnya.

(Baca juga: Go-Jek Gaet 3 Fintech Baru guna Perkuat Segmen Kredit)

Atlet ganda campuran tenis Christopher Benjamin Rungkat menyatakan, setelah Asian Games 2018, ia berharap bisa mengharumkan nama Indonesia di dua turnamen grandslam kelas dunia, yaitu Amerika Serikat (AS) Terbuka dan Prancis Terbuka. Ia bersama rekannya Aldila Sutjiadi mendapatkan emas ke-10 bagi Indonesia pada Asian Games 2018 kemarin.

Aldila mengatakan, prestasi ini adalah bentuk nyata untuk menjadikan tenis Indonesia berjaya kembali. Apalagi, menurutnya tenis Indonesia vakum cukup lama setelah masa kejayaan Yayuk Basuki. 

Sementara itu, atlet sepeda gunung downhill putri Tiara Andini Prastika menambahkan, kunci kemenangan adalah kerja keras dan doa. “Kami percaya kisah keberhasilan seseorang dapat membawa manfaat positif bagi banyak orang," ujarnya.

Reporter: Desy Setyowati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha