Kisah Menteri Amran Kelola Modal 500 Ribu Jadi 3 Triliun

Tim Publikasi Katadata

Sabtu 8/9/2018, 20.16 WIB

Menteri Pertanian memberi kuliah umum dan mendorong mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin (Unhas), menjadi pengusaha sektor pertanian.

Kuliah Umum dari Kementan
Katadata

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberi kuliah umum dan mendorong mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin (Unhas), menjadi pengusaha sektor pertanian. Sebab, delapan dari 10 atau 80 persen pengusaha terkaya bergerak di sektor pertanian. “Tekad kuat dan kerja keras, mengubah nasib mereka, sehingga mampu bangkit dari keterpurukan ekonomi masa lalu. Mahasiswa Fakultas Unhas harus jadi pengusaha. Kami akan bantu permudah izinnya,” janji Amran. Kunci paling utama yang harus dilakukan menurut Menteri Amran adalah berinovasi. 

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Menteri Amran berkisah, dulu dia duabelas bersaudara tinggal di sebuah rumah kost berukuran 4x6 meter di desa terpencil. Umur sembilan tahun mentan sudah cari uang dengan menggali batu gunung. “Kami lahir dalam keadaan miskin, tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin,” tuturnya.  Amran bekerja keras menggeluti bidang pertanian. “Dulu saya tahun 1989 pinjam uang Rp500.000 dalam waktu delapan tahun menjadi Rp3 triliun. Kalau kita kerja keras pasti bisa sukses," lanjut Amran membangkitkan semangat para mahasiswa.

 

Amran juga memaparkan berkat kerja keras dan kebijakan yang tepat, pembangunan sektor pertanian selama pemerintahan Jokowi-JK menuai banyak keberhasilan. Program dan kebijakan tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi mendorong pertumbuhan ekonomi, ekspor, dan meningkatkan investasi. “Kami menghapus aturan yang menghambat investasi dan ekspor di sektor pertanian. Totalnya ada 191 aturan yang sudah dicabut,” tambah Mentan. Hasilnya, investasi di sektor pertanian, dari sebelumnya Rp 23 triliun, menjadi Rp 46 triliun, dan dalam saat bersaman ekspor pangan naik.

 

Berdasarkan data BPS, total ekspor pertanian di 2017 mencapai Rp 441 triliun atau naik 24,47 persen dibandingkan 2016 yang sebesar Rp 355 triliun. Tak hanya itu, pada Maret 2018 persentase penduduk miskin di Indonesia turun 0,30 persen (630 ribu orang) menjadi 9,82 persen (25,95 juta orang). Pada September 2017 penduduk miskin masih tercatat 10,12 persen (26,58 juta orang)."Ini pertama kali Indonesia mendapatkan tingkat angka kemiskinan satu digit," kata Amran.

 

Kontribusi sektor pertanian pun dalam menyumbang pertumbuhan Produk Domestik Bruto pada Triwulan II 2018 dibandingkan Triwulan I 2018 sebesar 9,93% (q to q). Kontribusi ini tertinggi dibanding sektor lainnya. Itu sebab, Amran menyebutkan Kementan akan terus meningkatkan volume ekspor.  Pekan ini Kementan telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) terkait Stabilisasi Ketersediaan Pasokan Pangan dan Percepatan Ekspor Komoditas Pertanian. “Bersama KADIN kemarin kami langsung ekspor manggis ke Tiongkok dan bibit ayam petelur ke Timor Leste. Negara tujuan ekspor ke depan akan terus ditambah,” sebutnya.

Kementrian Pertanian

Kementrian Pertanian