Pertamina Jelaskan Harga Avtur yang Dituding Biang Tiket Pesawat Mahal

Penulis: Anggita Rezki Amelia

Editor: Arnold Sirait

14/1/2019, 13.59 WIB

Harga Avtur juga mengacu pada biaya distribusi, jadi setiap bandara berbeda-beda.

TBBM Pertamina Maumere
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

PT Pertamina (Persero) buka suara mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Avtur yang dinilai sebagai salah satu penyebab harga tiket pesawat mahal. Penentuan harga Avtur itu dibedakan menjadi dua jenis: regular, yang artinya sudah termasuk langganan dan nonregular.

External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita mengatakan harga Avtur yang dibeli maskapai regular itu sudah disepakati dalam kontrak jangka panjang. Sedangkan, penentuan untuk maskapai nonregular  berbeda yakni mengacu pada harga Avtur saat membeli.

Adapun, harga Avtur mengacu Mean of Platts Singapore (MOPS). Jadi, ketika harga minyak dunia turun, Avtur pun menyesuaikan.

Selain harga minyak dunia, Avtur juga mengacu nilai tukar mata uang, biaya distribusi, rantai pasok dan lain-lain. "Sehingga kami harus cermat jika membandingkan harga Avtur di satu bandara dengan bandara yang lain. Karena kondisinya bisa jadi berbeda dan tidak setara untuk diperbandingkan," kata Arya, kepada Katadata.co.id, Senin (14/1).

Mengacu situs Pertamina Aviation, harga Avtur setiap lokasi berbeda. Misalnya, untuk Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, harga Jet A-1 dibandrol Rp 9.800 per liter ke pengiriman pesawat. Sementara di Bandara Soekarno Hatta Cengkareng harga Jet A-1 yang dijual Pertamina ke pengiriman pesawat sebesar Rp 8.410 per liter. 

Adapun harga Jet A-1 di bandara Juanda Surabaya sebesar Rp 9.080 per liter. Sementara di Bandara Frans Kaisiepo Biak Papua mencapai Rp 11.280 per liter. Adapun harga ini belum termasuk PPN 10% dan pajak penghasilan 0,3%, harga tersebut juga tidak berlaku untuk penerbangan internasional.

Beberapa waktu lalu, masyarakat yang menyoroti kenaikan harga tiket pesawat membuat petisi di situs Change.org yang digagas Iskandar Zulkarnaen. Menurut dia, harga rata-rata tiket pesawat pada Januari 2019 di atas Rp 1 juta. Padahal, masa padat penumpang sudah berlalu. Hingga hari ini, petisi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo tersebut sudah ditandatangani 168.919 orang. “Dengan kenaikan harga tiket tentu sangat mencekik masyarakat,” ujarnya.

Setelah melalui serangkaian koordinasi, Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia alias Indonesia National Carriers Association (INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat. “Kami berkomitmen. Sejak minggu lalu, khususnya Jumat, sudah menurunkan tarif harga domestik,” kata Ketua INACA Ari Ashkara dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

(Baca: Maskapai Penerbangan Sepakat Turunkan Harga Tiket Pesawat)

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih bungkam mengenai harga Avtur maskapai.  Saat dikonfirmasi Katadata.co.id, Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto, ia belum mau meresponnya. Di tempat yang sama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar meminta agar Djoko tidak dulu memberitahu pihak media mengenai hal tersebut.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha