IHSG Melesat Naik 1,02% Berkat Optimisme Perekonomian Nasional

Penulis: Happy Fajrian

6/2/2019, 19.21 WIB

Pertumbuhan ekonomi 2018 menjadi laju pertumbuhan tertinggi selama empat tahun terakhir yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap instrumen saham.

BEI
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Rabu (6/2) dengan kuat. IHSG memperlebar laju kenaikannya pada sesi I yang sebesar 0,95%, ditutup naik 1,02% ke posisi 6.547,88.

Kinerja IHSG hari ini ditopang meningkatnya optimisme investor pasca rilis data pertumbuhan ekonomi  oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang lebih tinggi dari proyeksi pemerintah dan pelaku pasar. Sepanjang hari ini, IHSG konsisten bergerak di zona hijau dengan level terendahnya pada 6.503,58 sedangkan level tertingginya pada 6.552,22.

Analis Indo Premier Sekuritas, Mino, mengatakan bahwa sentimen yang dominan mempengaruhi pergerakan IHSG yaitu dari domestik terkait data pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari konsensus analis dan pelaku pasar.

"Sentimen yang dominan dari internal yaitu data pertumbuhan ekonomi. Sedangkan sentimen dari eksternal yaitu naiknya beberapa harga komoditas seperti CPO (crude palm oil), nikel, dan batubara," kata Mino di Jakarta, Rabu (6/1).

(Baca: Kinerja Ekspor Lemah, Pertumbuhan Ekonomi Era Jokowi Tertinggi 5,17%)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17%. Capaian tersebut merupakan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi selama empat tahun terakhir. Pada 2014, ekonomi nasional tercatat tumbuh 5,01%, kemudian melambat ke 4,88% pada 2015, lalu 5,03% pada 2016, dan 5,07% pada 2017.

Perdagangan saham di BEI hari ini tercatat mencapai Rp 10,18 triliun dari 13,93 miliar lembar saham yang ditransaksikan sebanyak 471.637 kali oleh investor. Sebanyak 260 saham menghijau, 175 memerah, dan 119 saham bergerak mendatar.

Sementara itu investor asing membukukan pembelian bersih saham senilai Rp 97,27 miliar pada pasar reguler, dan Rp 41,32 miliar pada pasar negosiasi dan pasar tunai. Saham dua bank besar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan saham PT Astra International Tbk (ASII).

Investor asing memborong saham BBRI senilai Rp 93,1 miliar, saham BMRI senilai Rp 79,3 miliar, dan ASII senilai Rp 70,7 miliar. Beberapa saham lainnya yang diminati investor asing yaitu PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) senilai Rp 35,1 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) Rp 22,6 miliar.

(Baca: Ditopang Optimisme Perekonomian Nasional, IHSG Naik 0,95%)

Pada akhir sesi I siang ini sebenarnya investor asing membukukan pembelian bersih saham hingga Rp 146,17 miliar. Namun, menjelang perdagangan berakhir, mereka ramai-ramai melepas saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) hingga mencapai Rp 300,6 miliar.

Kinerja IHSG ditopang oleh seluruh indeks sektoral yang mengalami kenaikan, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melesat naik hingga 2,89%, manufaktur naik 0,97%, barang konsumsi naik 0,90%, keuangan naik 0,69%, aneka industri naik 0,42%.

Sektor properti dan industri dasar juga naik signifikan masing-masing 1,84% dan 1,44%. Sementara itu sektor tambang yang sempat mengalami koreksi tipis 0,04% pada sesi I siang ini berbalik positif dengan ditutup naik sebesar 0,32%.

(Baca: Meski Investor Kian Optimistis, Bursa Saham Februari Diprediksi Bearis)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha