Darmin Sebut Swasta dan Pertamina Komitmen Investasi B100

Penulis: Michael Reily

Editor: Ratna Iskana

12/8/2019, 18.53 WIB

Dengan komitmen tersebut, produksi minyak kelapa sawit untuk bahan bakar bakal mencapai 10 juta kiloliter dalam tujuh tahun.

darmin nasution, pertamina, kelapa sawit
Katadata | Arief Kamaludin
Ilustrasi, biodiesel 20% (B20). Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Pertamina dan perusahaan kelapa sawit berkomitmen untuk berinvestasi dalam pengembangan biodiesel 10% atau green diesel.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan beberapa perusahaan kelapa sawit (CPO) dan Pertamina berkomitmen untuk investasi pengembangan B100 atau green diesel. Dengan komitmen tersebut, produksi minyak kelapa sawit untuk bahan bakar bakal mencapai 10 juta kiloliter dalam tujuh tahun.

Menurutnya, potensi tambahan produksi green diesel bakal lebih besar jika semakin banyak perusahaan swasta ikut komitmen investasi. Sebab, komitmen investasi yang masuk saat ini baru mencapai 60% sampai 70% dari kapasitas potensial perusahaan biodiesel nasional. "Itu akan mulai investasi pelaksanaannya, awal tahun depan," katanya di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8).

Nantinya teknologi green diesel bakal jadi acuan untuk pengolahan bioavtur. Saat ini Pertamina sudah menjual avtur yang diproses dari pengolahan sawit.

Selain itu, pemerintah juga sudah menerapkan program mandatori B20 yang ternyata mampu menurunkan impor solar bulanan sebesar 45% pada Januari-Juli 2019 daripada periode yang sama 2018. Perhitungan itu berdasarkan realisasi penyaluran Fatty Acid Methyl Esters (FAME) untuk B20 yang mencapai 97,5% setiap bulan dengan jumlah penyaluran B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai 3,49 juta kiloliter dari target sepanjang tahun yang sebesar 6,19 juta kiloliter.

(Baca: Pacu Penyerapan Minyak Sawit, Jokowi Minta B50 Diterapkan Tahun Depan)

Dia mengungkapkan, penghematan impor solar sebesar 6,19 juta kiloliter dalam target 2019 bakal menghasilkan penghematan devisa mencapai US$ 1,7 miliar. Dia pun optimistis capaian Januari-Juli 2019 sudah lebih dari 50% dari target tahun ini.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta penggunaan campuran minyak kelapa sawit sebesar 50% dalam solar atau biodiesel 50% (B50) menjadi program mandatori pada akhir 2020. Kebijakan ini untuk menekan impor minyak dan meningkatkan penyerapan domestik atas minyak kelapa sawit mentah.

Menurut Jokowi, program B20 yang tengah dijalankan saat ini sudah bisa menghemat impor minyak sekitar US$ 5,5 miliar dalam setahun. "Ini angka yang gede banget, tidak kalah penting penerapan B20 akan menciptakan permintaan domestik untuk CPO yang sangat besar," kata Jokowi dalam Rapat Terbatas.

Permintaan Jokowi tentang pelaksanaan B50 pada tahun depan terbilang agresif. Sesuai peta jalan, target pada 2020 adalah penggunaan campuran minyak sawit sebesar 30% atau biodiesel 30% (B30). Ia meminta program B30 berjalan pada Januari 2020, setelah itu program B50 meluncur pada akhir tahunnya.

(Baca: Ekspor Minyak Sawit 2019 Berpotensi Turun di Tengah Tekanan Uni Eropa)

Reporter: Michael Reily

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan