Pertamina Sosialisasi Operasi Jelang Pengeboran Jambaran - Tiung Biru

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ekarina

9/9/2019, 10.08 WIB

Proyek Jambaran - Tiung Biru diperkirakan onstream pada 2021 dengan rata rata produksi gas mencapai 315 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

Pertamina EP, Proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB), Gas
Pertamina EP Asset 4

PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menggelar sosialisasi operasi menjelang pengeboran proyek pengembangan lapangan gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB). Rencananya kegiatan pengeboran itu pada pertengahan September 2019.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu Jamsaton Nababan mengatakan, pihaknya siap mulai pengeboran proyek Jambaran-Tiung Biru. Proyek tersebut merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

“Terdapat 6 sumur gas yang siap untuk dibor dengan 1 sumur mempunyai potensi hingga kurang lebih dari 60 MMSCFD,” ujar Jamsaton dalam keterangan tertulis, Senin (9/9).

(Baca: Pertamina Bor 80 Sumur di Blok Mahakam Sepanjang 2019, 68% dari Target)

Dia berharap pemerintah daerah, kepolisian, TNI, stakeholders  dan masyarakat sekitar area operasi mendukung proyek JTB agar pengeboran bisa dilakukan dengan lancar.

Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Dony Aryantho mengatakan bahwa SKK Migas mendukung penuh proyek JTB, agar  bermanfaat bagi masyarakat Bojonegoro. Pihaknya berharap proyek tersebut dapat selesai tepat waktu.

Sementara Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu sebelumnya mengatakan  bakal meninjau langsung ke lokasi pengeboran untuk memastikan kelancaran pengerjaan proyek yang bakal dimulai pada pertengahan September 2019.

"Nanti, September saya mau ke sana untuk melihat persiapan mereka melakukan tajak. Semua alat sudah full di sana dengan semua peralatan yang dibutuhkan. Target onstream insya allah 2021" ujarnya saat ditemui katadata.co.id di Jakarta Kamis lalu.

(Baca: SKK Migas Sebut Pengeboran Proyek Jambaran Tiung Biru Mulai September)

Proyek JTB diperkirakan onstream pada 2021 dengan rata rata produksi gas mencapai 315 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). Namun gas yang akan dijual hanya sekitar separuhnya atau sebesar 192 MMscfd. Produksi gas tersebut rencananya akan dialirkan melalui pipa transmisi Gresik-Semarang.

Selain untuk mengerek pendapatan negara dan perseroan, proyek gas JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN