Pertamina Gunakan Antidrone Milik Kemhan Untuk Lindungi Kilang Migas

Penulis: Ratna Iskana

30/9/2019, 21.34 WIB

Antidrone dipasang setelah adanya serangan pesawat tanpa awak ke kilang minyak di Arab Saudi.

Pertamina, Kilang
Katadata
Ilustrasi, kilang Balongan milik Pertamina. Pertamina menggandeng Kementerian Pertahanan untuk mencegah serangan pesawat tanpa awak (drone) ke unit kilang Pertamina.

Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dalam pemasangan antidrone atau (drone jammer) untuk melindungi kilang minyak dan gas bumi dari ancaman serangan pesawat tanpa awak atau drone. Menhan Ryamizard Ryacudu mengatakan pihaknya sangat terbuka dan siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mendukung pengamanan objek vital nasional (obvitnas).

Kilang Balongan merupakan salah satu obvitnas. Kilang yang berlokasi di Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, tersebut mengolah minyak dan gas bumi milik negara untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

"Sesuai dengan amanat Undang-Undang, obvitnas harus dilindungi dari berbagai ancaman serangan karena menyangkut kemaslahatan rakyat Indonesia," kata Ryamizard.

Hal itu mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 90 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pengoperasian Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengamanan Wilayah Udara Republik Indonesia.

(Baca: Pertamina Gandeng Hutama Karya dan CPP Garap Pipa RDMP Balikpapan)

Dua unit drone jammer gun model dan static drone jammer milik Kemhan pun sudah terbukti mampu menangkal atau mencegah serangan udara melalui penggunaan drone. "Penggunaan bersama antidrone sebagai komitmen nyata Kemhan dalam menjaga serta melindungi obvitnas dari ancaman serangan drone termasuk, di antaranya kilang minyak Balongan milik Pertamina," ujarnya.

Purnawirawan jenderal bintang empat tersebut menyebutkan kerja sama peminjaman pesawat antidrone itu juga berkaca pada peristiwa serangan drone di kilang minyak terbesar di dunia yang berada di Arab Saudi beberapa waktu lalu. Akibat serangan tersebut, sekitar 50 persen pasok minyak dunia mengalami penurunan.

Manager HSSE PT Pertamina (Persero) RU-VI Balongan Hartanto berharap kerja sama tersebut merupakan bentuk sinergi yang baik antara Pertamina dan Kemhan. Terutama dalam mengupayakan pertahanan dan menciptakan situasi keamanan untuk keberlangsungan operasional obvitnas.

(Baca: Drone Pemberontak Yaman Serang Kilang Minyak Terbesar Arab Saudi)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan