Sempat Naik Efek Ledakan Kapal Iran, Harga Minyak Dunia Hari Ini Turun

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Desy Setyowati

14/10/2019, 08.54 WIB

Kapal tanker milik Iran meledak akhir pekan lalu (11/10) di laut merah dekat Arab Saudi.

Harga minyak dibuka melemah hari ini (14/10). Harga komoditas ini sempat naik akhir pekan lalu, karena kapal tanker Iran meledak.
Katadata
Ilustrasi kilang. Harga minyak dibuka melemah hari ini (14/10). Harga komoditas ini sempat naik akhir pekan lalu, karena kapal tanker Iran meledak.

Harga minyak mentah dunia dibuka melemah pada perdagangan hari ini (14/10). Padahal, harga komoditas ini sempat naik 2% setelah kapal tanker milik Iran meledak akhir pekan lalu (11/10).

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka jenis Brent dibuka melemah 0,51% dibanding penutupan sebelumnya, menjadi US$ 60,2 per barel pada pukul 08.18 WIB. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate juga turun 0,62% menjadi 54,36 per barel pada pukul 08.15 WIB.

Kapal tanker Iran yang meledak akibat diserang memang sempat membuat harga minyak dunia naik. Sebab, investor khawatir hal itu akan mengganggu produksi minyak mentah di wilayah tersebut. 

Akan tetapi, Perusahaan Tanker Nasional Iran (NITC) mengatakan kapal tetap stabil meski rusak akibat diserang. Perusahaan juga membantah adanya laporan bahwa kapal terbakar.

(Baca: Dipicu Ketegangan di Timur Tengah, Harga Minyak Dunia Naik Tipis)

Hal ini membuat ketegangan di Timur Tengah meningkat. Apalagi, fasilitas kilang minyak milik Saudi Aramco diserang pada bulan lalu. Kini, giliran kapal tanker milik Iran yang meledak akibat serangan.

Selain itu, investor memperhatikan kesepakatan dagang fase pertama antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Ahli Strategi Pasar Asia Pasifik di AxiTrader, Stephen Innes menyampaikan bahwa investor tetap berhati-hati mengingat ada beberapa detail yang muncul dari perundingan tersebut.

Di satu sisi, butuh lima minggu bagi kedua negara untuk menandatangani pakta terkait mata uang. "Para pedagang memandang kesepakatan itu secara tentatif,” kata dia dalam laporannya, dikutip dari Reuters, Senin (14/10). Sebab, kedua negara masih menerapkan tarif bea masuk.

(Baca: AS-Tiongkok Rujuk, Trump Umumkan Kesepakatan Dagang Tahap 1)

Meski beberapa faktor itu bisa membuat harga minyak menguat, Badan Energi Internasional (International Energy Agency /IEA) memangkas perkiraan permintaan. Hal ini terjadi karena pelemahan ekonomi global.

Dalam laporan pasar terbarunya, agensi merevisi turun perkiraan permintaan minyak hingga 100 ribu barel per hari. Tahun ini, permintaannya diproyeksi hanya tumbuh 1 juta barel per hari (mb/d). Lalu, jumlahnya naik tipis menjadi 1,2 juta barel per hari pada 2020.

Selain itu, persediaan minyak mentah AS yang naik 2,9 juta barel pekan lalu menjadi faktor penekan harga minyak. EIA melaporkan, kenaikan tersebut melebihi prediksi analis yang hanya memperkirakan kenaikan 1,4 juta barel. Produksi minyak mentah AS naik minggu lalu ke rekor 12,6 juta barel per hari.

(Baca: Perundingan Dagang AS-Tiongkok Suram, Harga Minyak Dunia Turun Tipis)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan