Kementerian BUMN Tunggu Perhitungan Valuasi Saham Vale dari OJK

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ratna Iskana

29/10/2019, 20.54 WIB

Rencananya Inalum bakal mengakuisisi 20 persen saham Vale Indonesia. Inalum memproyeksi nilai valuasi saham Vale tidak lebih dari Rp 21,7 triliun.

Kementerian BUMN
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi gedung BUMN, jakarata Pusat (09/08). Kementerian BUMN perlu menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum mengakuisisi 20% saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) atau Minning Industry Indonesia (MIND ID) masih menunggu proses valuasi saham dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengambil alih 20 persen saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO).  Akuisisi tersebut merupakan bagian dari divestasi yang telah disepakati antara Vale dan pemerintah Indonesia.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Fajar Harry Sampurno mengatakan keterlibatan OJK diperlukan karena Vale merupakan perusahaan terbuka. Dengan begitu, seluruh penilaian valuasi dan proses akuisisi saham Vale harus melalui persetujuan dari OJK.

"Jadi divestasinya harus menggunakan penilaian dan protokol pasar modal, karena Vale itu public company," ujar Fajar saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (29/10).

Adapun Inalum dan Vale telah menunjuk valuator independen untuk menghitung nilai valuasi saham. Hasilnya telah diserahkan kepada Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerin ESDM. Pihaknya menargetkan divestasi saham tersebut bisa rampung pada tahun ini.

Setelah divestasi selesai, Fajar menyebut agar induk usaha pertambangan BUMN tersebut bakal mengakuisisi lagi 11 persen saham Vale. Sehingga Inalum dapat menjadi pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan saham sebesar 51 persen.

Namun, untuk mengambil 11 persen saham tersebut, pemerintah perlu menunggu Kontrak Karya (KK) Vale berakhir pada 2025 mendatang. "Ini kan 20 persen ke Inalum. Sisanya 11 persen lagi kalau KK-nya sudah selesai," ujarnya.

(Baca: Laba Vale di Sembilan Bulan Pertama 2019 Anjlok 99,71%)

Sebelumnya, Inalum meneken perjanjian pendahuluan untuk mengambil alih 20 persen saham divestasi Vale bersaama para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co.Ltd (SMM).

Budi Gunadi Sadikin yang pada saat itu masih menjabat sebagai Direktur Utama Inalum menjelaskan penandatanganan perjanjian yang dilaksanakan pada 11 Oktober ini adalah langkah awal kerja sama strategis antara Inalum dan Vale Indonesia. Pendahuluan ini akan dilanjutkan dengan beberapa perjanjian devinitif utama.

"Patisipasi Inalum di perusahaan tambang kelas dunia, seperti Vale Indonesia (Brazil) dan Freeport Indonesia (Amerika) merupakan bukti keberhasilan Indonesia dalam menjaga dan menarik investasi perusahaan global ke industri pertambangan nasional," ujar Budi dalam keterangan resmi yang diperoleh Katadata.co.id pada Senin (14/10).

Budi juga mengungkapkan nilai valuasi Vale tidak mencapai US$ 1,5 miliar atau Rp 21,17 triliun (dengan kurs Rp 14.119 per dolar AS). Dengan proyeksi tersebut, Budi mengaku pihaknya sanggup mengambil alih 20 persen saham divestasi Vale Indonesia.

Hingga akhir 2018, perusahaan memiliki kas sebesar Rp 20 triliun dan ekuitas sebesar Rp 100 triliun. Apabila dana tersebut kurang, Inalum akan kembali menerbitkan obligasi.

Divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen kontrak (KK) pada 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah Indonesia. KK PTVI berakhir pada 2025 dan dapat diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan. Saat ini, pemegang saham Vale Indonesia terdiri dari VCL sebesar 58,73%, SMM sebesar 20,09%, dan publik sebesar 20,49%.

(Baca: Sepakat Divestasi Saham ke Inalum, Saham Vale Indonesia Melesat 3%)

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan