Naik Hampir 4 Kali, Fintech Pembiayaan Sumbang Rp 100 T ke PDB 2020

Cindy Mutia Annur
11 November 2019, 16:54
Riset Indef dan AFPI memperkirakan, fintech lending berkontribusi Rp 100 triliun terhadap PDB Indonesia tahun depan
Ajeng Dinar Ulfiana|KATADATA
Ilustrasi acara Indonesia Fintech Summit & Expo 2019 di Jakarta Convention Center,  Jakarta (23/9).Riset Indef dan AFPI memperkirakan, fintech lending berkontribusi Rp 100 triliun terhadap PDB Indonesia tahun depan.

Perusahaan teknologi finansial pembiayaan (fintech lending) diproyeksi berkontribusi Rp 100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun depan. Prediksi itu naik hampir empat kali lipat dibanding tahun lalu, yang sebesar Rp 25,97 triliun.

Perkiraan itu berdasarkan riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Asosiasi Fintech Pendanaan bersama Indonesia (AFPI). Penelitian ini menggunakan pendekatan Input Output (I-O) Metriks.

Indef dan AFPI memperkirakan, kontribusi fintech pembiayaan terhadap PDB Indonesia meningkat dari Rp 25,97, triliun tahun lalu menjadi Rp 60,1 triliun pada 2019. “Tahun depan, kontribusinya lebih dari Rp 100 triliun,” kata Peneliti Indef Izzudin Al Farras di Jakarta, Senin (11/11).

Ia menjelaskan, penelitian ini mengacu pada data I-O 2014 yang diperbarui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Setidaknya ada 21 sektor ekonomi  yang dikaji untuk melihat dampak fintech pembiayaan terhadap perekonomian Indonesia.

(Baca: Indef Sebut Bank Untung Rp 1,5 Triliun dari Kolaborasi dengan Fintech)

Contohnya, nilai pasar sektor pertanian, kehutanan dan perikanan meningkat Rp 49,2 miliar atau 0,004% secara tahunan (year on year/yoy) karena adanya fintech pembiayaan. Lalu, nilai sektor jasa keuangan perbankan bertambah Rp 1,95 triliun atau 1% yoy.

Dampak Fintech Lending terhadap Pertumbuhan Ekonomi (PDB)

Produk20182019
Penambahan Nilai (miliar rupiah)Perubahan (%)Penambahan Nilai (miliar rupiah)Perubahan (%)
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan276,610.02349,150.004
Pertambangan dan Penggalian288,890.03151,460.005
Industri Pengolahan469,360.01179,330.002
Pengadaan Listrik, Gas786,10.254183,20.059
Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang720,313.025103,820.436
Konstruksi138,910.00821,270.001
Perdagangan Mobil dan Sepeda Motor serta Reparasi417,560.16169,130.027
Perdagangan selain Mobil dan Sepeda Motor7.220,920.65055,510.005
Transportasi dan Pergudangan648,940.118104,830.019
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum273,990.06267,280.015
Informasi dan Komunikasi811,890.198492,960.121
Jasa Keuangan Perbankan1.577,660.8201.949,991.013
Jasa asuransi1.924,453.4891.512,962.743
Jasa Dana Pensiun905,056.9543.323,925.539
Jasa Lembaga Keuangan Lainnya7.403,7910.21749.347,3868.098
Jasa Real Estate576,190.23476,740.031
Jasa Perusahaan1.210,480.596598,520.295
Jasa Pemerintahan Umum54,120.01351,640.012
Jasa Pendidikan42,470.01437,130.012
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial97,570.06534,870.023
Jasa lainnya122,930.1021.866,651.556
PDB25.968,180.19860.077,810.458

Sumber: Data Input-Output, diolah Indef dan AFPI

Izzudin mengatakan, ada dua faktor yang menyebabkan kontribusi fintech pembiayaan terhadap PDB meningkat. Pertama, industri ini memudahkan pengajuan pinjaman dan penyalurannya ke peminjam (borrower) karena pemanfaatan teknologi.

(Baca: Fintech Lending Diklaim Sumbang Rp 26 Triliun ke PDB Indonesia)

Kedua, indeks literasi keuangan yang meningkat dari 29,07 % pada 2016 menjadi 38,03% pada tahun ini. “Harapannya (tingkat literasi) ini bisa lebih baik agar semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan fintech lending," kata dia.

Selain berkontribusi terhadap nilai 21 sektor, fintech pembiayaan berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan riset Indef dan AFPI, industri berbasis digital ini menyerap 326 ribu orang atau 0,32% terhadap total angkatan kerja secara nasional.

Rinciannya, tenaga kerja di jasa dana pensiun naik 25,5% dan lembaga keuangan lainnya 68,1% yoy. Jumlah pekerja di jasa asuransi dan perbankan juga masing-masing naik 2,7% dan 1% yoy. Indef dan AFPI menilai, kenaikan ini salah satunya didorong oleh kehadiran fintech pembiayaan.

Riset tersebut dilakukan selama Agustus hingga September tahun ini, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juni terkait 113 perusahaan fintech pembiayaan.

(Baca: Sebanyak 127 Fintech Pinjaman Sudah Melayani 15 Juta Penduduk)

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Cindy Mutia Annur

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...