Saingi E-Commerce, WhatsApp Sediakan Fitur Katalog untuk Gaet UMKM RI

Penulis: Cindy Mutia Annur

Editor: Desy Setyowati

3/12/2019, 16.06 WIB

Riset menunjukkan, pedagang online memilih berjualan di medsos ketimbang e-commerce. Indonesia menjadi pasar potensial bagi WhatsApp Business.

Saingi E-Commerce, WhatsApp Sediakan Fitur Katalog untuk gaet UMKM Indonesia
Katadata
Ilustrasi WhatsApp.

Facebook serius mengembangkan fitur belanja di Instagram dan WhatsApp, guna bersaing dengan e-commerce. Kali ini, WhatsApp Business resmi meluncurkan fitur katalog untuk pengusaha termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Director of Communication WhatsApp Sravanthi Dev mengatakan, Indonesia masuk tiga besar dengan jumlah pengguna WhatsApp Business terbanyak. “Pebisnis Indonesia merupakan salah satu yang paling cepat mengadopsinya,” kata dia di Jakarta, Selasa (3/12).

Mengutip LiveMint, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini menggaet lima juta pengguna WhatsApp Business secara global. Di India, WhatsApp Business bahkan membukukan pendapatan US$ 960 ribu atau sekitar Rp 13,5 miliar untuk Tahun Anggaran 2019. Alhasil, perusahaan meraup untung US$ 79,9 ribu atau sekitar Rp 1,13 miliar.

Sravanthi mengatakan, perusahaannya tidak memungut biaya atas penggunaan fitur belanja termasuk katalog kepada UMKM. WhatsApp mendapat uang dari subsidi silang, di mana pengusaha besar membayar atas layanan WhatsApp Business.

"Kami menghasilkan uang dari produk WhatsApp API (application programming interface) yang merupakan produk bisnis untuk perusahaan menengah dan besar," kata Sravanthi kepada Katadata.co.id.

(Baca: Gaet 5 Juta Pengusaha di Dunia, WhatsApp Business Raup Untung di India)

Di Indonesia, WhatsApp pun menggelar pelatihan pemasaran kepada UMKM untuk mendorong transaksi melalui fitur belanja di platform mereka. Hal ini juga bertujuan meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasar pebisnis.

Perusahaan juga bakal bekerja sama dengan pemerintah daerah (Pemda) hingga pemerintah pusat (Pempus) guna menggaet lebih banyak UMKM. "Kami terbuka untuk peluang kolaborasi," kata dia.

Saat ini, e-commerce di Tanah Air seperti Bukalapak, Tokopedia hingga Shopee bekerja sama dengan pemerintah untuk menggaet UMKM. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, ada 61 juta unit bisnis mikro pada 2017. Sedangkan jumlah bisnis kecil menengah hanya 757 ribu unit.

(Baca: Riset Facebook: 91% Konsumen Menyukai Fitur Chat saat Belanja Online)

Riset Paxel Buy and Send Insights pada  2019 menunjukkan bahwa mayoritas UMKM di Indonesia yang berdagang secara online memilih berjualan di media sosial ketimbang e-commerce. Sebab, media sosial dianggap lebih mudah digunakan dan menguntungkan dalam mempromosikan produk, khususnya UKM pemula (beginner seller).

Berdasarkan riset tersebut, platform yang paling sering digunakan yakni WhatsApp (84%). Disusul Instagram (81%), Shopee (53%), Facebook (36%), disusul dengan Tokopedia (29%) dan Bukalapak (18%). Survei ini melibatkan 535 UKM penjual online di Indonesia, pada rentang waktu 29 Juli sampai 4 Agustus 2019.

Mengacu pada riset tersebut, Indonesia menjadi pasar potensial bagi WhatsApp. Apalagi berdasarkan riset Facebook dan Boston Consulting Group, 91% dari 1.112 responden di Indonesia menggunakan fitur percakapan (chat) di aplikasi perpesanan maupun platform e-commerce untuk bertransaksi dengan konsumen.

(Baca: Riset Paxel: Mayoritas UKM Pilih Jualan di Medsos Daripada E-Commerce)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan